Ciri-Ciri Hewan Arachnida Terlengkap Beserta Penjelasannya

2 min read

Ciri-Ciri Hewan Arachnida Terlengkap Beserta Penjelasannya

Ciri-ciri hewan arachnida terlengkap beserta penjelasannya – hewan arachnida ini termasuk kelompok hewan invertebrata dengan filum arthoproda. Oke, untuk lebih jelasnya mengenai apa saja sih archnida, maka penulis membahas dalam artikel ini mengenai Ciri-ciri hewan arachnida terlengkap beserta penjelasannya.

1. Struktur tubuh terdiri atas chepalothorak dan abdomen

Struktur tubuh dari hewan arachnida terdiri atas chepalothorak (kepala-dada) serta abdomen (badan belakang). Maksud dari chepalothoraks dikenal menjadi kepala-dada ialah bagian kepala serta dada untuk hewan arachnida menyatu. Bagian abdomen di hewan arachnida tak bersegmen serta mempunyai racun di alat sengatnya (kelisera). Di bagian mirip pinggang yang sebagai pembatas antara chepalothorak dengan abdomen bisa dikenal dengan pedisel.

2. Ada empat pasang kaki

Kadang sejumlah hewan invertebrata ini mempunyai pasang kaki yang terletak di bagian badannya. Di hewan arachnida, kaki letaknya ada di bagian chepalotoraks. Adapun jumlah kakinya terdiri atas 4 pasang yang fungsinya memudahkan alat gerak hewan arachnida. Bagian kaki hewan arachnida mempunyai dua alat lain yakni capit dan sengat. Bagian alat sengat ini dikenal dengan chelicela atau kelisera. Sementara alat capit dikenal dengan pedipalpuus.

Baca Juga :   Hormon Tiroksin Pada Hewan : Pengertian, Karakteristik dan Contohnya Lengkap

3. Tidak memiliki sayap serta tidak mempunyai antena

Hewan arachnida tidak mempunyai sayap dan tidak memiliki antena. Oleh sebab itu, untuk gantinya hewan ini mempunyai 4 psang kaki guna memudahkan mereka berpindah tempat. Fungsi antena hewan arachnida yang tak digantikan menggunakan alat sengat serta alat capit di bagian tubuhnya berfungsi merespon musuh mangsa hewan arachnida.

4. Alat pernapasan memakai paru-paru buku

Sistem pernapasan untuk hewan arachnida diatur bagian paru-paru buku. Nama lain dari paru-paru buku jarang kita dengar, padahal paru-paru ini termasuk nama lain trakea. Proses hewan arachnida dalam menjalankan pernapsan dimulai dari oksigen yang masuk dalam spirakel, kemudian oksigen akan dialirkan di semua tubuh. Spirakel ialah sejumlah lubang trakea. Di hewan arachnida, spirakel letaknya di samping segmen tubuh belakang dan tengah.

5. Punya mataocellus (tunggal)

Untuk hewan arthropoda, dibagian mata setiap anggota kelompoknya ada yang matanya majemuk dan tunggal. Mata majemuk ini mata yang ukurannya besar dan mempunyai fungsi bisa mendeteksi warna serta bentuk. Dapun mata tunggal ialah mata yang mempunyai ukuran kecil, bentuknya segitiga yang masih mempunyai fungsi sederhana. Untuk hewan arachnida yang bisa mengatur seberapa besar cahayanya yang bisa masuk maupun diterima mata hewan arachnida.

6. Alat ekskresi berwujud pembuluh malphigi

Pembuluh malpighi adalah alat ekskresi hewan arachnida yang dipunya arthproda. Pembuluh malpighi mempunyai bentuk mirip benang halus yang terdiri atas jumlah banyak dengan warna putih kuning. Pembuluh malpigi ada di pangkal dinding usus. Fungsi pembuluh malphigi hewan arachnida ialah mengekresi amonia serta mengatur konsentrasi air di dalam tubuh.

7. Sistem saraf terdiri atas ganglion serta simpul saraf

Sistem saraf untuk hewan arachnida ialah ganglion serta simpul saraf. Untuk hewan arachnida, sistem saraf letaknya pada bagian kepala.

Baca Juga :   Ciri Ciri Hewan Insecta Terlengkap Beserta Penjelasannya

Contoh hewan arachnida

Contohnya dari hean arachnida ini mempunyai banyak kaki dan berbuku yang termasuk jenis invertebrata, antara lain kalajengking, laba-laba, tungau dll. Berikut penjelasannya dibawah ini :

1. Laba-laba

Pada hewan arachnida mempunyai sistem saraf yang mana seluruh bagian ganglion saraf tersebut tergolong dalam prosoma. Di bagian mesothelae seperti termasuk hewan laba-laba yang tergolong hewan primitif. Sampai saat ini hewan ini mempunyai ganglion saraf yang ada di opisthosoma dengan ganglion prosoma pada bagian belakang yang tak menyatu.

2. Kalajengking

Di kalajengking ini mempunyai sistem saraf yang terdiri atas ganglion yang ada di sefalotoroaks. Keduanya bersatu dan di bagian abdomen jadi pasangan ganglion terpisah. Hewan tersebut bernafas memakai paru-paru buku/ trakea. Jumlahnya bervariasi ada yang 1 pasang, ada pula yang sampai 4 pasang.

3. Schizomida

Secara mayoritasnya, respirasi memakai paru-paru buku memerlukan gerakan guna memfasilitasi pernapasan tersebut. Hewan tersebut tergolong arachnopulmonata misalnya di kalajengking serta kalajengking cambuk.

4. Amblypygi

Dalam ciri-ciri makhluk hidup arachnida dikenal mempunyai trakea yang dapat menyerap oksugen. Hal tersebut guna membuang sisa zat memakai bagian tubuh hemolimfa. Alat ini berguna sekali untuk alat pengangkut. Di trakea bisa bekerja tanpa memakai alat pengangkut. Paru-paru buku yang dipunyai hewan vertebrata lain hanya mempunyai struktur yang beda dengan parunya. Paru-paru buku ini adalah tumpukan yang terdiri atas kantong udara. Di bagian jaringan akan diisi hemolimfa. Jaringan ini akan memberikan bentuk lipatan yang memaksimalkan bagian permukaan tubuh hewan terpapar diudara. Di bagian ini pun akan membawa oksigen serta karbondioksida.

5. Tungau

Tungau tergolong dalam apulmonata yang mana tidak mempunyai paru-paru. Di sistem ekskresi tungau adalah arachnida yang sudah efisiensi dalam menjaga cairan tubuh. Di waktu hidup di darat sebab mempunyai lapsian lilin ada di kutikula. Di kelenjar ekskresi hewan ini akan berada di bagian sisi prosoma berjumlah sampai 4 pasang. Di bagian alat ekskresi lain yaitu mempunyai satu sampai dua pasang tubulus malpighi. Hewan tersebut pun emmpunyai satu jenis kelenjar. Akan tetapi jenis hewan lain juga mempunyai sampai 2 jenis.

Baca Juga :   Hewan Annelida - Pengertian, Ciri-Ciri Beserta Penjelasannya

Nah, sesudah kalian menemukan ciri ciri hewan arachnida terlengkap beserta penjelasannya yang berbeda dengan ciri ketiga kelas filusm arthropoda ketiga kelas ini antara lain mencakup crustaceam insecta dan myriapoda. Contoh dari hewan arcnida ini dilingkungan kita yaitu laba-laba, tungau, kalajenking dan tungau. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Proses Terbentuknya Asam Amino dan Penjelasannya

Peredaran Darah Pada Serangga Beserta Gambarnya