4 Cara Menyetek Tanaman – Klasifikasi dan Cara Percepat Tumbuh Akar

2 min read

Cara Menyetek Tanaman yang Benar dan Mudah

Cara Menyetek Tanaman yang Benar dan Mudah – Tujuan dari penyetekan tanaman ialah mengoptimalkan pembentukan sistem akar yang baru hasil stek tersebut. Satu hal yang perlu diingat ialah tidak semua tanaman dapat dilakukan stek batang, hal ini dikarenakan untuk mengurangi kerugian ataupun kegagalan dalam proses stek tersebut. Selain itu, syarat tanaman agar dapat distek adalah pohon induknya harus dalam keadaan sehat, tidak terserang penyakit atau hama dan sedang tidak bertunas.

4 Cara Menyetek Tanaman

Klasifikasi Stek Batang

Pada umumnya, stek batang dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut :

  • Stek Lunak – yaitu stek yang dibuat dari cabangnya yang masih muda dalam masa dan dalam masa pertumbuhannya.
  • Stek Setengah Lunak – yaitu stek yang dibuat dari cabang pohon yang tidak mengalami pertumbuhan lagi dan sedang dalam proses menuju batang tua. Biasanya usianya tidak lebih dari 1 tahun.
  • Stek Keras – yaitu stek bagian batang yang sudah sangat keras dan umurnya lebih dari setahun.

Cara Menyetek Tanaman yang Benar dan Mudah

1. Menyiapkan Bahan

Langkah pertama pada stek batang adalah dengan menyiapkan media yang nantinya digunakan untuk menanam stek tersebut. Biasanya media tersebut berisi campuran pasir dengan pupuk kompos atau tanah dengan pupuk kompos atau bisa juga dengan menggunakan serbuk gergaji kayu tergantung jenis pohon yang akan di stek. Adapun perbandingan antara pasir dengan pupuk kompos adalah 1:1, atau 2:1.

Baca Juga :   Manfaat Cadangan Makanan Bagi Tumbuhan Terlengkap

Masukkan media tersebut ke polybag atau tempat lain dengan ketentuan untuk kedalamannya minimal 10cm. Dalam pengisian polybag tidak boleh sampai penuh, sisakan 3cm dibawah bibir polybag. Berilah air pada media tersebut hingga air hingga air keluar lagi, hal ini agar semua media dapat terkena air.

2. Pemotongan Batang

Untuk tahap kedua ialah pemotongan pada batang tersebut. Akan tetapi pada tahap ini terdapat beberapa ketentuan lain seperti :

  • Stek Lunak & Setengah Lunak
    Untuk kedua stek ini sebaiknya potonglah batang atau ranting pohon dengan panjang sekitar 10-12,5 cm dengan diameter 0,5 cm. Kemudian buanglah bagian bawah daun dan menyisakan beberapa helai saja.
  • Stek Keras
    Sedangkan untuk stek keras, potonglah dengan panjang 15-20 cm dan yang perlu diingat bahwa pemotongan pada stek keras harus dibawah bagian yang lunak. Kemudian sisakan 3 helai daun saja pada bagian atas hasil stek, sedangkan daun yang agak lebar dipotong setengah.

3. Menyambung Batang

Pada tahap ketiga ini, kita dapat menambahkan zat yang dapat merangsang pertumbuhan dari tanaman yang akan distek tersebut. Caranya dengan memasukkan bagian pangkal hasil stek ke zat tersebut. Lalu sambungkan pangkal stek tersebut ke batang yang dibelah sebelumnya.

Setelah keduanya terlihat tersambung, lalu bungkuslah dengan plastik yang transparan sehingga cahaya matahari dapat masuk. Langkah selanjutnya adalah tempatkan di tempat yang teduh agar dapat tumbuh dengan baik. Dan tunggulah dalam jangka waktu kurang lebih 1 minggu untuk mengunggu hasilnya.

4. Perawatan

Apabila sudah 1 minggu, lihatlah stek batang tersebut. Biasanya sudah muncul daun baru yang masih segar dan pada bagian pangkalnya dari sambungan sudah mulai berakar. Setelah 1 bulan, biasanya tanaman tersebut sudah dapat dipindah ke wadah yang lebih besar. Tetapi jangka waktu ini juga tergantung dari tanaman yang distek. Yang perlu diperhatikan disini yaitu jangan sampai hasil stek ini mengalami kekeringan, hal ini dikarenakan dapat membuat tanaman tersebut menjadi layu bahkan mati. Dan juga tidak boleh kelebihan air karena akan mengganggu sistem perakarannya.

Baca Juga :   Tumbuhan Tingkat Tinggi - Pengertian, Contoh Soal Dan Pembahasannya Lengkap

Cara Mempercepat Pertumbuhan Akar

Untuk mempercepat pertumbuhannya, kita dapat menggunakan cara seperti berikut:

1. Pengeratan Batang

Cara pertama adalah dengan pengeratan pada bagian batangnya. Yang dimaksud disini adalah penimbunan karbohidrat di pohon induk yang nantinya akan diambil batangnya dengan cara membuat keratan pada cabang batang tersebut. Dengan ketentuan lebar bagian batang yang dikupas ialah 2 cm dan jarak antar ujung batang dengan keratan adalah 30-40 cm. Tunggulah keratan tersebut dalam jangka waktu 2-4 minggu, dimana nantinya akan terlihat benjolan disekitar keratan tersebut.

Benjolan tersebut ada dikarenakan karbohidrat yang telah berkumpul yang dijadikan sebagai energi dalam pembentukan akar serta hormon auksin pada daun. Kemudian, apabila benjolan sudah terlihat barulah kita bisa memotong bagian batang tersebut untuk dijadikan stek.

2. Penggunaan Hormon

Fungsi hormon auksin pada tumbuhan ialah untuk menumbuhkan akar pada tumbuhan. Agar mempercepat pertumbuhan akar perlu penambahan zat yang dapat merangsang pertumbuhan akar pada tanaman.
Caranya yaitu dengan menggabungkan hormon auksin dengan alkohol 50% yang dicampur dengan konsentrasi air sekitar 500-10000 ppm tergantung dari jenis hormon yang digunakan. Adapun contoh hormon auksin tersebut adalah IAA dan IBA dalam bentuk serbuk.

3. Penambahan Tepung

Cara ketiga ialah dengan menambahkan tepung ke batang yang akan distek tersebut. Caranya dengan mencampurkan auksin dan juga alkohol 95% lalu tambahkan tepung dengan konsentrasi sekitar 1000-5000 ppm tergantung dari jenis hormon dan tanamannya.

Setelah semua telah tercampur rata, pangkal stek yang akan ditambahkan tepung terlebih dahulu diberi air agar campuran tepung dapat melekat. Jika dirasa sudah cukup pemberian tepungnya, angkat dan tanamlah ke media yang telah disediakan.

Baca Juga :   Jenis Daun Menyirip : Penjelasan dan Contohnya Lengkap

Adapun hal hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan cara ini adalah bahwa pembuatan tepung dengan konsentrai 1000 ppm hanya perlu melarutkan 1 gr hormon tumbuhan dengan kadar alkohol 500-1000 cc, sedangkan tepung yang digunakan sebanyak 1 kg. Dimana perhitungannya per konsentrasi 1000 ppm = 1000 mg hormon + 1000000 mg pelarut atau 1 gr hormon ke 1 kg pelarut.

Demikian artikel kali ini mengenai Cara Menyetek Tanaman yang Benar dan Mudah, semoga bermanfaat dan selamat berkebun.

Baca juga: