Biota Laut – Pengertian, Manfaat dan Gambarnya

3 min read

Biota Laut, Pengertian, Manfaat dan Gambarnya

Biota Laut, Pengertian, Manfaat dan Gambarnya – ekosistem yang sangat luas yang menarik dipelajari adalah ekosistem laut. Karena laut juga merupakan habitat banyak organisme yang sudah berevolusi & beradaptasi terhadap kondisi lingkungannya. Sedangkan segala macam makhluk hidup dalam laut, (hewan, tumbuhan, dan karang atau lainnya disebut dengan biota laut). Berikut ini akan dibahas tentang Biota Laut, Pengertian, Manfaat dan Gambarnya.

Biota Laut - Pengertian, Manfaat dan Gambarnya

Jenis-Jenis Biota Laut

Menurut garis besar, yang namanya biota laut dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok besar, yakni tumbuhan dengan hewan. Tapi pada perkembangannya, 2 kelompok itu juga bisa dibagi kedalam karakteristik maupun sifat yang dimilikinya. Berikut ini pengelompokan biota laut menurut sifatnya:

1. Plankton

Plankton merupakan sejenis organisme mikroskopis yang berada di bagian atas / permukaan (zona pelagik) di perairan samudra, laut, ataupun lainnya. Plankton adalah kata yang berasal dari sebuah bahasa Yunani yaitu Planktos artinya pengembara.

Pada umumnya, Plankton berukuran sangat kecil yakni tidak lebih dari 1 mm ataupun sekitar 0,000039 inci. Tetapi ada pula jenis plankton berukuran besar, contohnya ubur-ubur dengan lebar dan panjang tentakelnya sampai 15 meter.

Asal mula plankton ialah sisa-sisa tumbuhan & hewan laut. Tapi organisme tersebut dianggap menjadi sumber makanan untuk organisme besar dalam perairan contohnya ikan, paus, kerang, dan batu karang. Walaupun termasuk organisme hidup, tapi plankton tak punya kekuatan melawan arus, angin yang menghanyutkan atau adanya air pasang. Di pesisir laut juga termasuk habitat yang paling baik untuk proses pertumbuhan plankton. Karena wilayah pesisir mengandung garam mineral dan sinar matahari sehingga bagus untuk plankton.

Baca Juga :   Simbiosis : Pengertian, Macam - Macam dan Contohnya Terlengkap

Jenis-jenis plankton

Menurut sifatnya, plankton dibedakan menjadi 3 macam, yakni:

1. Fitoplankton

Fitoplankton adalah organisme mikroskopis hidup dalam zona eufotik (yakni permukaan remang) dari laut yang dapat mensintetis makanannya sendiri berupa bahan organik berasal dari olahan bahan-bahan anorganik dibantu sinar matahari. Bukan hanya bisa membuat makanannya sendiri, fitoplankton juga termasuk penyedia energi hampir semua kehidupan di dalam laut. Asal dari nama fitoplankton dari suatu bahasa yakni bahasa Yunani phyton (berarti tumbuhan serta planktos artinya pengembara).

Jenis Fitoplankton antara lain :

  1. Cyanobacteria

Cynobacteria maupun yang biasa dinamakan ganggang biru masuk pada golongan bakteri. Sekaligus merupakan organisme pertama yang dikembangkan lewat proses fotosintesis. Makhluk ini juga termasuk organisme yang dapat mengambil sekaligus mengolah nitrogen yang berasal dari udara jadi molekul organik sehingga bisa dimanfaatkan tumbuhan maupun hewan.

2. Zooplankton

Zooplankton ialah sejenis organisme yang kebanyakan hidup dalam perairan permukaan. Ukuran tubuhnya sekitar 0,05 mm. Zooplankton juga termasuk kategori yang masuk dalam berbagai ukuran organisme baik itu protozoa kecil maupun metazoans besar.
Zooplankton juga tak tersebar rata namun secara acak di wilayah laut tertentu. Zooplankton juga tergolong jenis hewan perairan dengan sumber makanannya berupa fitoplankton atau zooplankton lain bahkan zooplankton bisa bertindak pula sebagai reservoir penyakit.

Menurut siklus hidupnya, zooplankton dapat dibedakan kedalam 2 golongan, yakni:

1. Meroplankton

Meroplankton atau plankton sementara telah menghabiskan sebagian hidupnya menjadi plankton, khususnya pada fase larva.

2. Holoplankton

Selanjutnya adalah Holoplankton atau plankton tetap juga menghabiskan hidupknya menjadi plankton.
Bila dilihat ukurannya, zooplankton dapat dibagi menjadi 4 golongan, diantaranya:

– Mikroplankton berukuran 20 – 200 µm
– Mesoplankton berukuran 200 µm – 2 mm
– Makroplankton berukuran 2 – 20 mm
– Mikronekton berukuran 20 – 200 mm
– Megaloplankton berukuran melebihi 200 mm

Baca Juga :   Jenis Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya Terlengkap

Sedangkan organisme yang masuk pada golongan zooplankton ini ialah:

– Copepoda

Copepoda termasuk sejenis krustasea berukuran panjang antara 1 – 2 mm. Tapi beberapa jenis lainnya ukurannya lebih besar. Spesies tersebut juga Cuma punya satu mata. Sebagian besar spesiesnya memakan fitoplankton sel tunggal, selanjutnya di gilirannya nanti, Copepoda juga menjadi makanan untuk ikan ataupun hewan perairan lainnya yang ukurannya lebih besar.

– Krill

Krill adalah sejenis krustasea mirip dengan udang yang mempunyai panjang tubuh 1 sampai 2 cm. Walaupun masih terbawa arus air, namun jenis plankton tersebut mempunyai kemampuan berenang yang baik. Karena itulah krill tak sepenuhnya digolongkan sebagai plankton. Selain itu, sebagian besar dari spesies krill juga membentuk kawanan yang didalamnya terdapat milyaran spesies. Krill juga termasuk makanan jenis hewan perairan misalnya paus.

– Ubur Ubur

Hewan perairan yang tergolong plankton terbesar salah satunya adalah ubur-ubur. Diameter tubuhnya dapat mencapai 2 meter ditambah panjang tentakelnya sampai 15 meter. Makanan ubur-ubur ialah zooplankton maupun ikan kecil-kecil di perairan.
Golongan zooplankton diantaranya larva ikan, karang, cacing laut, serta sejumlah spesies perairan lain.

3. Bacterioplankton

Bacterioplankton juga termasuk golongan bakteri semasa hidupnya bekerja guna menguraikan sisa-sisa organisme yang lain. Seperti fitoplankton, spesies bacterioplankton juga dapat melakukan fotosintesis sendiri. Anda bisa menemukan spesies tersebut di sebagian besar tingkatan laut, bukan hanya berada di wilayah permukaan layaknya spesies plankton yang lain.

Spesies bacterioplankton akan menguraikan sisa-sisa organisme lain dengan begitu nutrisi mereka bisa dimanfaatkan kembali sekaligus dapat dijadikan sumber makanan untuk zooplankton. Yang termasuk dari spesies bacterioplankton ialah mycoplankton, jamur, maupun organisme jamur lainnya yang signifikan pada siklus hara.

Baca Juga :   4 Ciri-ciri Ekosistem Air Tawar Beserta Penjelasannya

Menurut ukurannya, plankton dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yakni:

  • Megaplankton – Megaplankton mempunyai ukuran melebihi 20 cm (antara 20 sampai 200 cm ). Cotohnya ubur ubur, salps, ctenophore, serta pyrosomes (pelagis Tunicata), Amphipoda, dan Cephalopoda.
  • Macroplankton – pada macroplankton ini mempunyai ukuran antara 2 sampai 20 cm. Contohnya adalah Pteropods, Chaetognaths, salps, Euphausiacea (krill), ctenophore, Medusa, doliolids serta pyrosomes (pelagis Tunicata), amphipoda, Cephalopoda, dan Janthinidae.
  • Mesoplankton – pada mesoplankton ini memiliki ukuran antara 0,2 sampai 20 mm. Cotohnya adalah copepoda, medusa, cladocera, ostracoda, chaetognaths, heteropoda pteropods, dan juga tunicata.
  • Mikroplankton – Mikroplankton memiliki ukuran 20 sampai 200 meter. Contohnya spesies fitoplankton, ciliates, protozoa foraminifera, rotifera, tintinnids, dan juga copepoda nauplii.
  • Nanoplankton – Pada nanoplanton ini memiliki ukuran 2 sampai 20 µm. Contohnya adalah diatom kecil, pyrrophyta, flagellata kecil, xantophyta, chrysophyta, dan clorophyta.
  • Picoplankton – Pada picoplankton ini memiliki ukuran 0,2 sampai 2 µm. Contohnya adalah sebagian besar dari jenis bakteri, dan chrisophyta.
  • Femtoplankton – Pada Femtoplankton ini memiliki ukuran dibawah 0,2 µm. Contohnya adalah virus laut.

Nah, itulah pembahasan tentang Biota Laut, Pengertian, Manfaat dan Gambarnya. Sangat beragam pula biota laut yang bisa kita ketahui jenisnya. Untuk itu, sangat penting mempelajari tentang biota laut beserta isinya. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Sistem Pernapasan Pada Ikan dan Penjelasannya Lengkap

Senyawa Tumbuhan Untuk Bahan Obat farmasi