Bahaya Air Liur Hewan Komodo Secara Biologi

2 min read

Bahaya Air Liur Hewan Komodo Secara Biologi

Bahaya Air Liur Hewan Komodo Secara Biologi – Salah satu hewan yang tergolong langka hidup di negara kita, tentu saja kita patut untuk bangga dan senang. Hewan tersebut adalah hewan komodo. Komodo, atau dikenal juga dengan biawak komodo. Hewan komodo memiliki nama latin Varanus komodoensis, dimana hewan ini merupakan spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo tepatnya terletak di Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ora adalah sebutan lain dari Biawak ini yang diberikan oleh penduduk asli pulau Komodo.

Mengenal Hewan Komodo

Komodo merupakan spesies terbesar dari familia Varanidae dan juga sebagai kadal terbesar di dunia. Komodo memiliki rata-rata panjang 2-3 meter dan beratnya bisa mencapai 100 kg. Komodo adalah hewan pemangsa yang berada di puncak pada habitatnya, karena sejauh ini tidak diketahui adanya hewan karnivora besar lain selain biawak ini di sebarang geografisnya.

Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka menjadi salah satu hewan paling terkenal di dunia. Lembaga IUCN atau lembaga Uni Internasional Konservasi Alam mencatat, bahwa komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Hal tersebut dikarenakan, habitat komodo yang sesungguhnya telah menyusut akibat aktivitas manusia. Sekarang ini, komodo merupakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah dan juga habitanya dijadikan sebagai taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo.

Komodo liar yang dewasa biasanya memiliki berat sekitar 70 kg. Namun, biasanya komodo yang dipelihara di penangkaran sering kali memiliki bobot yang lebih berat. Spesies liar terbesar yang pernah ditemukan memiliki panjang mencapai 3.13 meter dengan berat sekitar 166 kg, termasuk berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya. Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya.

Baca Juga :   Ciri Ciri Hewan Annelida Terlengkap Beserta Penjelasannya

Walaupun komodo tercatat sebagai kadal terbesar di dunia, akan tetapi komodo bukanlah spesies yang terpanjang. Reputasi panjang tubuh komodo adalah (tidak termasuk berat badan) dipegang oleh biawak Papua (Varanus salvadorii). Komodo jantan memiliki ukuran tubuh lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai warna merah batu bata. Sementara itu, komodo betina biasanya berwarna hijau kecokelatan dan memiliki bercak kecil kuning pada tenggorokannya. Sedangkan, warna dari Komodo muda lebih bervariasi, dengan warna kuning, hijau dan putih dengan latar belakang hitam.

Bahaya Air Liur Komodo

Di balik keunikan dari hewan komodo yang mempesona, ternyata ada satu hal yang bisa dibilang cukup berbahaya dari hewan itu, yaitu air liurnya. Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi mengenai Bahaya Air Liur Hewan Komodo Secara Biologi untuk lebih jelasnya bisa simak penjelasannya berikut ini.

Mungkin Anda juga pernah mendengar bahwa air liur hewan komodo berbahaya dan beracun bagi semua makhluk, selain hewan yang lainnya, juga berbahaya bagi manusia. Air liur hewan Komodo seperti senjata biologis yang berbahaya. Air liur komodo memiliki racun yang secara biologis dapat menyebabkan hewan lain atau mangsa yang terperangkap dalam mulutnya menjadi lumpuh total dan mati karena keracunan. Hal itu dikarenakan racun mudah merasuk ke seluruh sistem tubuh.

Selain berbahaya, air liur Komodo juga sebagai alat atau senjata untuk perlindungan diri. Hal ini memang sangat menguntungkan hewan komodo dalam memburu dan memangsa hewan hewan lain, seperti rusa dan kambing yang memang mangsanya. Maka dari itulah manusia tidak boleh terlalu dekat dengan hewan komodo, sebab ketika merasa terganggu ia bisa menyerang siapa saja dan hal tersebut dapat menjadi sumber bahaya.

Baca Juga :   10 Hewan Annelida - Pengertian, Ordo, Contoh Dan Nama Latinnya

Di dalam mulut seekor komodo terdapat sekitar 50 bakteri. Oleh karena itu air liur hewan Komodo sangat berbahaya. Selain itu, hampir semua bakteri tersebut bersifat patogenik atau merusak. Secara biologis Bakteri ini akan terus berkembang biak dan dapat menyebar dari satu komodo ke komodo lainnya. Sumber utama hadirnya bakteri ini adalah kesehatan gigi hewan komodo yang sangat buruk, sehingga menyebabkan bakteri leluasa berkembang biak di mulutnya, ini adalah duguaan dari Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti.

Tetapi, secara biologis komodo memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sehingga bakteri yang ada di dalam mulutnya tidak akan bisa melukai atau meracuni tubuh komodo itu sendiri. Walaupun bakteri tersebut terus berkembang biak. Hal itu dikarenakan bakteri yang berkembang biak dan bercampur dengan air liur alami komodo, sehingga seolah menyatu dengan tubuh hewan komodo.

Bakteri di mulut komodo secara biologis semakin lama akan menjadi kelenjar racun yang mematikan makhluk hidup lain. Kelenjar racun itu bersifat menurunkan tekanan darah dengan sangat cepat, sehingga menimbulkan apa saja yang digigit atau dimangsanya akan syok dan kehilangan kendali di seluruh sistem tubuhnya.

Air liur komodo bisa dengan cepat menginfeksi tubuh mangsa, sehingga komodo dikenal sebagai hewan yang berbahaya. Akan tetapi, hal tersebut dapat diantisipasi apabila mengikuti aturan ahli hewan komodo, yaitu untuk tidak terlalu dekat atau harus melibatkan ahli hewan komodo saat ingin melihat secara langsung. Tentu saja dengan begitu tidak akan terjadi bahaya atau sesuatu yang mengkhawatirkan. Namun, tetap saja komodo menjadi hewan yang harus dilindungi, karena menjadi salah satu keunikan dan aset wisata yang menarik di Indonesia, sehingga tak perlu menyakiti atau membunuhnya hanya dikarenakan takut akan air liurnya.

Baca Juga :   Alat Pernapasan Kepiting Paling Lengkap

Demikianlah informasi mengenai Bahaya Air Liur Hewan Komodo Secara Biologi yang dapat penulis sampaikan. Semoga artikel ini bisa menjadi wawasan yang bermanfaat untuk Anda. Terima kasih.

Baca juga:

Ciri-Ciri Hewan Porifera Terlengkap Beserta Penjelasannya

Fungsi Enzim Tripsin Pada Sistem Pencernaan Manusia