Autoimun : Penyakit Dan Kelainan Pada Sistem Imun Tubuh

2 min read

Autoimun : Penyakit Dan Kelainan Pada Sistem Imun Tubuh

Autoimun : penyakit dan kelainan pada sistem imun tubuh – Penyakit autoimun bisa terjadi apabila sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh. Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh semestinya menjadi perisai bagi tubuh dalam melawan penyakit dan sel asing, seperti bakteri dan virus.

Autoimun : Penyakit Dan Kelainan Pada Sistem Imun Tubuh

Penyakit kelainan kekebalan tubuh ini bisa berpengaruh pada beberapa bagian tubuh seseorang. Dikarenakan sangat banyak, tertulis terdapat 80 jenis penyakit autoimun dengan sebagian memiliki gejala yang sama. Hal ini tentu saja membuat seseorang untuk sulit diketahui, apakah menderita gangguan ini atau tidak? dan pada jenis autoimun yang mana. Sedangkan, penyebab dari timbulnya penyakit autoimun juga masih belum bisa dipastikan.
Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Autoimun : penyakit dan kelainan pada sistem imun tubuh, berikut ulasannya.

A. Penyakit Autoimun yang Paling Sering Ditemui

Dari begitu banyaknya macam penyakit autoimun, ada beberapa penyakit autoimun di bawah ini yang merupakan sangat sering sekali ditemui, di antaranya yaitu sebagai berikut:

1) Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang sering ditemui. Dimana penyakit ini adalah antobodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh menyerang pelapis sendi. Akibat dari serangan antibodi tersebut adalah terjadinya peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada sendi. Reaksi radang yang parah juga bisa menimbulkan kerusakan pada bagian tubuh lain, seperti kulit, mata, dan paru-paru.

Baca Juga :   Antibodi : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Pembentukannya

2) Lupus

Penyakit autoimun lainnya yang sering kita dengar adalah systemic lupus erythematosus (SLE), atau biasa kita sebut dengan lupus saja. Penyakit ini menyebabkan terbentuknya antibodi yang justru menyerang hampir seluruh jaringan tubuh penderitanya. Beberapa bagian tubuh yang paling sering diserang adalah sendi, paru-paru, ginjal, kulit, jaringan penyambung tubuh, pembuluh darah, sumsum tulang, dan jaringan saraf. Lupus yang menyerang sumsum tulang dapat menyebabkan anemia aplastik.

3) Diabetes tipe 1

Penyakit ini biasanya akan terdiagnosis sejak usia kanak-kanak atau dewasa muda. Penyakit diabetes tipe 1 disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh pada sel-sel pankreas yang memiliki tugas memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan terganggunya produksi insulin sehingga tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula darah. Untuk penanganannya, penderita diabetes tipe-1 akan diberikan suntikan insulin. Selain itu, penderita juga wajib melakukan pemantauan kadar gula darah, menerapkan pola makan yang sehat, dan olahraga teratur.

4) Multiple sclerosis (MS)

Pada saat sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel saraf sendiri, beberapa gejala yang mengerikan berisiko muncul sebagai akibatnya. Kondisi ini biasa disebut dengan multiple sclerosis alias MS. Beberapa gejala yang bisa timbul adalah nyeri, kebutaan, gangguan koordinasi tubuh, dan spasme otot. Gejala lainnya yang mungkin timbul adalah tremor, mati rasa di area tungkai, kelumpuhan, susah bicara, atau susah berjalan.
Untuk mengobatinya, obat-obatan tertentu bisa digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Fisioterapi dan terapi okupasi dapat dilakukan untuk membantu pasien MS dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

5) Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif. Orang yang menderita penyakit ini kemungkinan akan mengalami beragam gejala yang bisa mengganggu kegiatan sehari-harinya. Kesulitan tidur, mudah tersulut emosi, berat badan turun tanpa sebab, dan mata menonjol adalah sebagian gejalanya. Gejala lain yang mungkin timbul adalah terlalu peka pada hawa panas, otot lemah, tremor (tangan bergetar), dan gangguan menstruasi.

Baca Juga :   Fungsi Katup Jantung Pada Manusia

Untuk mengobati penyakit Graves, penderita kemungkinan akan diberikan pil radioaktif iodium. Pil tersebut berfungsi untuk membunuh sel-sel kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Pasien dapat juga diberikan obat anti-tiroid, obat hipertensi golongan beta blocker, dan kortikosteroid. Beberapa kasus penyakit Graves perlu ditangani dengan prosedur pembedahan.

6) Psoriasis

Psoriasis adalah kondisi terlalu aktifnya sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan kulit mengalami kondisi kronis. Kondisi ini disebabkan oleh salah satu sel darah dalam sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, yaitu sel-T. Berkumpulnya sel-T di kulit adalah untuk merangsang kulit untuk tumbuh lebih cepat dari seharusnya. Gejala psoriasis yaitu muncul bercak di kulit yang bersisik dan pengelupasan kulit yang meninggalkan lapisan berwarna putih mengkilap. Untuk menanganinya, dokter akan memberikan obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid, juga terapi cahaya.

B. Beberapa Faktor Risiko Terkena Penyakit Autoimun

Sejauh ini penyebab penyakit autoimun masih belum diketahui. Kendati begitu, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko untuk menderita penyakit autoimun, yaitu:

  1. Genetik atau keturunan
    Faktor risiko utama dari penyakit autoimun adalah faktor genetik. Meski demikian, faktor ini bukan satu-satunya yang bisa memicu reaksi kekebalan tubuh.
  2. Lingkungan
    Faktor lingkungan adalah salah satu hal terpenting dalam timbulnya penyakit autoimun. Faktor lingkungan mencakup paparan zat tertentu seperti asbes, merkuri, perak dan emas, serta pola makan yang kurang sehat.
  3. Perubahan hormon
    Sebagian penyakit autoimun sering kali menyerang para perempuan pasca melahirkan. Hal ini menyebabkan hadirnya sebuah asumsi bahwa penyakit autoimun terkait dengan perubahan hormon, misalnya saat hamil, melahirkan, atau menopause.
  4. Infeksi
    Sebagian penyakit autoimun sering kali dikaitkan dengan terjadinya infeksi. Hal ini wajar karena sebagian gejala penyakit autoimun diperburuk oleh infeksi tertentu.
Baca Juga :   Macam Macam Pencemaran Lingkungan : Contoh Serta Penyebabnya

Demikianlah artikel kali ini mengenai Autoimun : penyakit dan kelainan pada sistem imun tubuh. Walaupun penyakit autoimun masih belum juga diketahui penyebabnya, tetapi kita harus bisa mewaspadai berbagai faktor risiko di atas. Lekas periksakan diri ke dokter, apabila mengalami gejala dari beberapa penyakit di atas. Lebih cepat untuk diketahui, maka kemungkinannya makin besar untuk bisa dicegah terjadinya komplikasi akibat penyakit autoimun.

Baca juga:

Cara Membuat Aquascape Tanpa Co2 Termudah

Struktur Dan Fungsi Jaringan Batang Dikotil dan Monokotil