Apa Itu Tekanan Osmosis?

2 min read

Apa Itu Tekanan Osmosis?

Apa itu tekanan osmosis? – kali ini akan kita jelaskan seputar pengertian, rumus, contoh beserta proses terjadinya dari osmosis. Simak selengkapnya dibawah ini.
Pengertian dari Osmosis sendiri sebagai perpindahan molekul pelarut lewat selaput semipermiebel yang berasal dari bagian yang lebih encer di bagian yang lebih pekat maupun dari bagian yang konsentrasi pelarutnya tinggi menuju ke konsentrasi pelarut lebih rendah, misalnya air.

Membrane semipermeable perlu bisa dilewati oleh pelarut, namun buka zat terlarut yang memicu gradient tekanan di sepanjang membrane. Osmosis adalah sebuah fenomena alami, namun bisa dihambat dengan buatan melalui cara peningkatan tekanan di bagian dengan konsentrasi pekat. Tekanan osmotic adalah sifatnya koligatif, yang mempunyai arti bahwa sifat tersebut akan bergantung dengan konsentrasi terlarut dan bukannya dalam sifat zat yang terlarut tersebut sendiri.

Rumus osmosis

Besarnya dari tekanan osmosis larutan oleh vant hoff telah dinyatakan menggunakan rumus berikut ini :
∏ = M R T
Keterangan rumus seperti berikut :
∏ = tekanan dari osmotic larutan atau atmosfir
M = molaritas dari larutan atau mol/L
R = kontanta gas ( 0,08205 l atom mol – 1 K – 1 )
T = suhu mutlak ( 273 + C derajat ) K

Dalam hubungannya menggunakan konsentrasi larutan Van’t Hoff memberikan kseimpulan bahwa tekanan osmosis larutan nantinya akan makin besar.
Faktor yang mempengaruhi osmosis

1. Suhu

Pergerakan molekul disebabkan pengruh suhu. Kadar resapan yang akan menjadi lebih cepat di suhu yang tinggi daripada dengan suhu yang rendah.

Baca Juga :   Ruminansia : Pengertian dan Sistem Pencernaan Pada Hewan Ruminansia Terlengkap

2. Ukuran molekul yang meresap

Molekul yang lebih kecil dibandingkan dengan garis pusat lubang membrane akan meresap pula secara mudah

3. Ketebalan membrane

Kadar resapan sebuah molekul berkadar songsang berjarak yang perlu dilaluinya. Berbanding dengan satu membrane yang tebal, dan kadar resapan lewat satu membrane yang tipis adalah lebih cepat.

4. Keterlarutan lipid

Molekul yang mempunyai keterlarutan yang tinggi akan meresap lebih cepat dibandingkan dengan molekul yang kelarutannya lebih rendah misalnya seperti lipid.

5. Luas permukaan membrane

Kadar resapan jadi lebih cepat bila luas permukaan membrane yang telah disediakan untuk resapan yakni lebih besar.

Proses terjadinya osmosis

Osmosis adalah proses alami. Ketika 2 cairan yang konsentrasinya berbeda ini telah dipisahkan di dalam sebuah membrane semipermeable, maka cairan yang memiliki kecenderungan untuk bergerak dari konsentrasi yang lebih rendah akan menuju ke konsentrasi yang lebih tinggi guna keseimbangan potensial kimia.
Pada umumnya, reverse osmosis adalah memaksakan pelarut dari daerah konsentrasi zat terlarut tinggi lewat membrane semipermeael menuju ke daerah konsentrasi zat yang terlarut lebih rendah melalui cara penerapan tekanan melebihi tekanan osmotic.

Proses terjadinya osmosis ini lewat sebuah simulasi computer. Aplikasi paling besar dari reverse osmosis ialah pemisahan air murni terhadap air laut dan air payau, air payau atau air laut akan memberikan tekanan dari satu permukaan membrane yang mengakibatkan transportasi garam – akan menipis air melintasi membrane serta munculnya air minum dari sisi tekanan yang lebih rendah.

Adapun membrane yang dipakai ketika melakukan reverse osmosis ialah mempunyai lapisan padat pada matriks polimer yang bagus bagi kulit membrane asimetris atau lapisan interfasial dipolimerisasi didalam membrane tipis film komposit yang mana terjadi pemisahan.

Baca Juga :   Echinodermata: Pengertian, Ciri, Karakteristik dan Klasifikasinya Terlengkap

Osmosis terbalik

Reverse osmosis atau dikenal dengan Osmosis terbalik ini merupakan metode penyaringan yang dapat menyaring beragam molekul besar serta ion ion dari sebuah larutan melalui cara pemberian tekanan di larutan ketika larutan tersebut ada di salah satu sisi membrane seleksi atau penyaringan.

Proses tersebut sebagai zat terlarut terendap pada lapisan yang dialiri tekanan jadi zat pelarut murni dapat mengalir menuju ke lapisan selanjutnya. Membrane seleksi tersebut perlu bersifat selektif yang diamksud ialah dapat dilalui pelarutnya maupun bagian lebih kecil dibanding larutan, namun tak dapat dilalui zat terlarut mislanya molekul yang ukurannya besar serta ion ion.

Contoh osmosis

  1. Tempaatkan kentang di dalam air murni. Kentang akan membengkak dari waktu ke waktu. Hal tersebut dikarenakan adanya konsentrasi lebih tinggi dibanding pati dan zat terlarut dalam sel kentang dibanding dalam air
  2. Sel akar tanaman mengambil air tanah lewat osmosis

Contoh osmosis dalam tubuh

  1. Garam serta mineral air ditransfer lewat osmosis. Air yang mengalir lewat membrane plasma sel serta disebabkan konsentrasi air, garam dan glukosa akan dipertahankan dalam tubuh. jadi, filtrasi osmotic penting saat mencegah kerusakan sel.
  2. Ikan air tawar akan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh mereka lewat osmosis. Sebab konsentrasi garam dalam tubuh lebih tinggi dibanding air sekelilingnya, mereka tak harus minum air.

Contoh osmosis dalam kehidupan sehari-hari

  • Saat tangan kita tenggelam di cucian waktu yang lama, maka kulit bisa terlihat membengkak. Hal ini merupakan efek osmosis.
  • Saat kita menuangkan garam dalam siput, air akan berdifusi serta siput menyusut sebab osmosis.
  • Saat kita memasak makanan serta menaruhnya saus pada bagian cair dari piring kalian, maka sejumlah bagian zat terlarut akan bergerak dibagian padat makanan yang kita masak. Bagian padat ini dapat jadi telur, sepotong daging namun saus yang terbuat dari zat yang terlarut bukan air.
Baca Juga :   5 Reaksi Biologis Pada Tubuh Saat Anestesi Beserta Macamnya

Demikianlah tadi mengenai Apa itu tekanan osmosis?. Jadi, teknanan osmosis merupakan perpindahan molekul pelarut lewat selaput semipermiabel dari bagian lebih encer menuju bagian lebih pekat/ sebaliknya. Semoga menambah ilmu pengetahuannya.

Baca juga:

Bagaimana Tumbuhan Menyerap Nutrisi Untuk Bahan Bakar

8 Fungsi Daun Telinga pada Manusia