Apa Itu Homestatis? Tentang Kestabilan Tubuh

2 min read

Apa Itu Homestatis? Tentang Kestabilan Tubuh

Apa Itu Homestatis? Tentang Kestabilan Tubuh – Homestatis merupakan suatu mekanisme kompleks yang terdapat pada organisme hidup terdiri dari kinerja, penyerapan, dan proses asimilasi makanan serta protein yang masuk ke dalam tubuh. proses ini dialami oleh semua makhluk hidup yang mewakili berfungsinya metabolisme dengan baik, terstruktur dan terkalibrasi antara sistem hormone dan kelenjar otak, yang berfungsi mengatur dan memastikan kinerja tubuh dapat berjalan dengan efektif.

Sebagai manusia keadaan tubuh akan selalu mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Dimana kondisi lingkungan dapat dibedakan menjadi dua, yakni lingkungan luar dan lingkungann dari dalam tubuh kita sendiri. Keadaan di luar tubuh dapat berupa cuaca yang panas ataupun dingin. Semetara keadaan yang ada di dalam tubuh kita, contohnya penuruna kadar glukosa dalam darah ketika kita melewatkan sarapan. Lingkungan yang berasal dari dalam dan dari luar tubuh tersebutlah yang nantinya mempengaruhi perilaku kita demi memperoleh kondisi tubuh yang nyaman. Dan ini disebut sebagai proses adaptasi yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lain untuk mempertahankan hidupnya.

Tubuh manusia yang pada dasarnya mempunyai sistem dalam mengatur kondisi keseimbangan di dalam tubuhnya dan pencapaian kondisi seimbang tubuhnya inilah yang dikenal dengan sebutan homestatis. Dimana proses dari homestatis ini dipengaruhi oleh kondisi psikologis, kondisi fisik dan social. Pada umumnya gangguan homestatis bersifat ringan dan bersifat sementara. Hal ini dikarenakan sel-sel didalam tubuh akan segera membaca dan beradaptasi dengan perubahan yang tengah terjadi yang kemudian akan segera menyesuaikann diri dengan kondisi tersebut. Mengenai Apa Itu Homestatis? Tentang Kestabilan Tubuh akan diulas lebih jauh dibawah ini.

Baca Juga :   Pengertian Mekanisme Gerak Otot pada Manusia dan Hewan Terlengkap

Cara Tubuh Dalam Menjaga Kondisi Homestatis

Tubuh manusia mempunyai sistem pengaturan yang akan selalu membawa kondisi didalam tubuh menuju ke arah yang seimbang. Sistem pengaturan keseimbangan ini dikerjakan oleh sistem saraf dan sistem hormone. Sistem saraf bertugas untuk menyampaikan pesan yang terjadi dalam tubuh serta meresponnya dengan cara menghantarkan sinyal-sinyal listrik antar serabut saraf. Sementara sistem hormone bertugas menjaga keseimbangan dengan cara mengeluarkan molekul pembawa pesan dari kelenjar-kelanjar hormone yang mengikuti aliran darah keseluruh tubuh. Dalam proses kerjanya sistem saraf dapat bekerja lebih cepat dibandingkan dengan sistem hormone.

Dari kedua sistem tersebut mereka mampu bekerja secara sendiri-sendiri ataupun bersamaan. Dan ini telah diatur secara otomatis oleh sistem didalam tubuh manusia untuk mencapai tujuan yang sama, yakni homestatis. Dalam melakukan sistem pengaturan tubuh kita menggunakan sistem umpan balik. Sistem umpan balik merupakan suatu siklus yang bertugas dalam memantau tubuh kita, mengevaluasi, mengubah, memantau kembali, mengevaluasi kembali dan begitupun seterusnya.

Ciri Atau Karakteristik Homestatis

Homestatis tubuh memiliki ciri utama yang perlu diketahui, yaitu:
Ketika terjadi awal homestatis, organisme yang mengalaminya akan melewati proses umpan balik yang dapat bersifat positif ataupun negative. Dimana sel-sel yang dihasilkan berakhir dengan efek yang sangat berbeda, namun pada saat yang sama mereka akan bersifat kompensasi. Pada saat umpan balik bersifat positif, maka efek homestatis pada sel akan diimbangi dengan kembali kedalam keadaan semula. Namun, apabila umpan balik bersifat negative respon yang terjadi pada akhirnya akan menghasilkan perubahan yang signifikan pada struktur asli sel. Untuk mengetahuinya kita dapat mengetahui beberapa contoh sebagai berikut.

• Pengaturan pada suhu tubuh

Umumnya fungsi dari homstatis adalah dengan melakukan pengaturan pada suhu tubuh. ini menjadi bukti bahwa tubuh manusia dipertahankan pada suhu yang memadai dan sempurna. Titik referensi dapat dilihat pada nilai-nilai 97,6 derajat Farenheit atau 36 derajat celcius.

Baca Juga :   Mengenal Enzim Hati

• Suhu dingin yang dapat empengaruhi suhu tubuh manusia

Pada saat suhu tubuh mengalami penurunan pada batas-batas tertentu, maka keadaan homestatis akan memastikan bahwa tubuh akan menghangat kembali. Hal ini dapat diartikan pembuluh darah mengalami kontraksi atau astrinate dikarenakan kurang panas, kontraksi kulit yang disebut dengan “merinding” akan muncul, demikian rambul dan bulu akan berhenti mengambil udara dari kulit yang menawarkan penarikan tambahan melawan dingin. Sementara itu terkadang otot-otot akan mengalami kontraksi dikarenakan suhu rendah menyebabkan getaran yang mengakibatkan tubuh menjadi gelisah dan memanas secara perlahan.

• Suhu panas yang mampu mempengaruhi tubuh manusia

Pada saat terjadi perubahan suhu yang signifikan, sensor kulit akan mengirimkan peringatan ke hipotalamus, yakni area yang terletak di otak. Contohnya, ketika anda seang berjalan-jalan, maka panas tubuh akan mengalami peningkatan sehubungan dengan titik stel suhu. Hal ini terjadi ketika hipotalamus mengirimkan sinyal agar tubuh anda menjadi dingin. Utamanya pembuluh darah akan mengembang atau melebar untuk membantu darah mendekat kepermukaan kulit. Kemudian kelenjar keringan akan mulai bermunculan lebih banyak.

• Pengaturan gula darah

Ketika anda mengkonsumsi karbohidrat seperti kentang dan roti, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa atau gula kecil. Glukosa merupakan senyawa yang cukup penting dalam tubuh manusia, dimana berfungsi sebagai sumber energy. Namun, bukan berarti mengkonsumsi glukosa terlalu banyak atau terlalu sedikit merupakan suatu hal yang baik. Dalam hal tersebutlah keadaan tubuh yang homestatis akan mempertahankan kadar gula darah dalam keadaan konstan.

Apa Itu Homestatis? Tentang Kestabilan Tubuh telah kita ulas dalam pembahasan di atas. Dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa homestatis terjadi secara alami pada saat sistem berada pada stabilitas dan berfungsi dengan benar. Dan hal ini berlangsung secara terus menerus menyesuaikan kondisi lingkungan luar atau lingkungan dalam tubuh organisme. Bahkan mekanismenya dapat bervariasi, tergantung pada individu dan dapat berupa umpan balik negatif ataupun positif.

Baca Juga :   Kesehatan : Pengertian, Jenis, dan Usaha Menjaga Kesehatan Terlengkap

Baca juga:

Fungsi Kerongkongan Manusia

Fungsi Mulut Dan Rongga Mulut Manusia