Apa Bahan Pembentuk Duri di Tubuh Landak?

2 min read

Apa Bahan Pembentuk Duri di Tubuh Landak?

Apa Bahan Pembentuk Duri di Tubuh Landak? – Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa setiap makhluk hidup di dunia ini memiliki bentuk yang berbeda-beda. Salah satunya adalah berbeda secara fisik, misalnya seperti jenis hewan yang memiliki sidik jari seperti manusia. Dimana tiap bagian dari fisik tersebut memiliki fungsi atau peran yang berbeda dan berhubungan dengan kegiatan sehari-hari makhluk hidup tersebut, yaitu mencari pangan dan kemampuan alami untuk melindungi tubuh.

Klasifikasi Landak

Salah satu hewan yang memiliki keunikan pada fisiknya adalah hewan landak. Landak adalah salah satu jenis satwa yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penghasil daging alternatif dan juga sebagai obat tradisional khususnya di daerah Jawa Timur.

Apabila dilihat dari segi parasnya, landak sangat mirip dengan tikus. Namun, tubuh landak lebih besar. Ciri khas dari satwa langka ini adalah bagian tubuhnya yang ditumbuhi rambut yang mengeras berupa duri panjang dan runcing. Duri-duri pada bagian tubuh landak ini akan mengembang apabila merasa terancam. Secara umum landak memiliki 2 macam rambut, yang halus dan rambut yang mengeras seperti duri. Selama musim dingin, ia menggulung diri di dalam kayu berlubang atau goa dan tidur hampir sepanjang waktu. Saat musim panas tiba, hewan landak akan bergerak secara lambat menuju hutan untuk mencari kulit kayu, shouting, akar, dan daun pohon atau semak.

Baca Juga :   Sistem Pernapasan Pada Ikan - Pengertian, Bagian, Bentuk, Fungsi dan Cara Kerja

Landak dapat ditemui di Benua Eropa, Afrika, Indian, dan Amerika Selatan seperti juga di Amerika Serikat dan juga Kanada. Spesies landak Amerika kira-kira memiliki panjang sekitar 90 cm dan beratnya antara 7,5 hingga 15 kilo. Daerah penyebaran landak di Indonesia terbagi atas tiga pulau yaitu landak raya (Hystrix brachyura) di pulau Sumatera dan Kalimantan, landak jawa (Hystrix javanica) endemik di pulau Jawa dan landak butun (Hystrix crassispinis) di pulau Kalimantan.

Menurut IUCN (2011), klasifikasi dari landak yaitu sebagai berikut :

– Kingdom : Animalia
– Filum : Chordata
– Kelas : Mamalia
– Ordo : Rodentia
– Familia : Hystricidae
– Genus : Hystrix
– Spesies : Hystris Javanica F. Cuvier, 1823.

Rata-rata bagian tubuh dari landak banyak ditumbuhi dengan duri-duri yang berbentuk pipih dan agak membulat, kasar dan berdiri tegak. Bulu landak ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Pernahkah anda bertanya kepada guru atau teman kalian tentang dari manakah munculnya duri duri tersebut? dan Apa Bahan Pembentuk Duri di Tubuh Landak? Dan secara biologis bisa muncul ke permukaan kulit dan berhubungan dengan sistem tubuhnya secara keseluruhan? untuk memahaminya, Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya berikut.

Fungsi duri landak

Landak merupakan hewan mamalia yang unik. Keunikan dari hewan ini adalah tampak secara fisik yaitu berupa duri-duri yang ada di punggungnya. Fungsi dari duri-duri yang dimiliki oleh landak ini bukan untuk membantu landak dalam menyerang, tetapi digunakan untuk bertahan dari serangan para pemangsa landak. Maka, ketika landak mulai diserang, duri-duri pada punggungnya secara otomatis akan mengembang sehingga membuat pemangsanya tertusuk oleh duri-duri tersebut. Berikut ini adalah ulasan tentang duri dari hewan landak :

Baca Juga :   Ciri-Ciri Hewan Porifera Terlengkap Beserta Penjelasannya

1. Terbuat dari protein keratin

Duri yang dimiliki oleh hewan landak ini secara biologis adalah modifikasi dari rambut yang terbuat dari protein keratin. Istimewanya dari rambut ini yaitu di setiap rambutnya, terdapat poros berongga dan otot tersendiri. Karena hal tersebut dapat membuat duri landak dapat muncul saat landak merasa terancam ataupun ketakutan.

2. Dimiliki landak sejak lahir

Ketika awal dilahirkan, hewan landak secara langsung memiliki duri sekitar 100 duri putih kecil yang muncul. Dalam beberapa jam saja setelah lahir, duri putih kecil tadi akan mengalami pengerasan karena terkena udara di sekitarnya. Setelah 4 atau 5 hari, duri-duri ini mulai tergantikan dengan duri keras yang berwarna lebih gelap, tetapi masih berukuran pendek.

3. Duri terus bertambah saat landak membesar

Ketika landak sudah berusia sekitar 2 sampai 4 minggu, hewan landak akan mulai mendapatkan mantel duri terakhir yang dewasa. Dan saat itu, hewan landak memiliki duri sekitar 8000 duri yang tumbuh di punggungnya. Dimana duri tersebut bisa digunakan dan secara otomatis memiliki fungsi layaknya duri pada hewan landak dewasa.

4. Perkembangan duri berasal dari makanan

Protein keratin yang digunakan sebagai bahan pembuatan duri hewan landak tersebut didapatkan dari makanannya. Di mana hewan landak makan-makanan yang mengandung tinggi protein seperti serangga. Pada dasarnya makanan hewan landak haruslah kaya dengan protein dan juga rendah lemak. Apabila dipresentasikan maka makanan hewan landak harus mengandung setidaknya sekitar 30% protein dan tidak lebih dari 15% lemak.

Dari kandungan makanan hariannya, hewan landak memiliki kecukupan nutrisi dalam tubuhnya. Sehingga Landak bisa mempertahankan duri-duri tajam di tubuhnya dan dapat menggunakannya untuk melindungi diri.
Apabila hewan landak dipelihara di rumah ataupun di kebun binatang harus diberikan makanan dengan kandungan yang tinggi protein, seperti serangga, cacing, sayuran segar, buah apel dan buah pir, serta makanan kucing kering yang juga memiiki kandungan rendah lemak dan tinggi protein.

Baca Juga :   Konsep Fundamental Fisiologi Hewan : Pengertian, Jenis, Adaptasi, Komposisi dan Fisiologi

Demikian ulasan mengenai Apa Bahan Pembentuk Duri di Tubuh Landak? yang dapat penulis sampaikan. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi wawasan bermanfaat untuk menambah ilmu Anda pera pembaca mengenai dunia biologi hewan. Terima kasih.

Baca juga:

Cara Tumbuhan Memikat Hewan Untuk Memakan Buahnya

Fungsi Katup Jantung Pada Manusia