Antibodi : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Pembentukannya

2 min read

Antibodi : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Pembentukannya

Antibodi adalah susunan protein dengan sifatnya globular dan umumnya dikodekan dengan gen-gen lebih spesifik. Selain itu, Antibodi juga bisa dikenal dengan imunoglobin. Antigen yang bersifat kompleks, dapat bereaksi bahkan lebih dari satu jenis antibodi meskipun Ini tidak lazim. Disamping itu, antigen yang bereaksi karena antibodi di tahap awal, untuk mendapatkan proliferasi limfosit juga harus berbentuk molekul-molekul besar. Kemudian, cuma di bagian deteminan antigenik yang memiliki peran untuk meneruskan respons imun.

Jenis Jenis Antibodi

Didalam diri manusia, terdapat 5 jenis antibodi yang berhasil ditemukan, berikut ini penjelasannya:

  1. Globulin gamma (IgG) adalah kelompok imunoglobin paling banyak ditemukan.
  2. IgM adalah kelompok antibodi paling pertama dijumpai ketika terjadinya serangan infeksi pada tubuh.
  3. IgA berfungsi untuk menjaga pertumbuhan bakteri yang rendah. Kita bisa menjumpainya pada air mata, ludah, maupun air susu.
  4. IgD umumnya cenderung berasosiasi pada permukaan limfosit B. Tapi saat ini tugasnya pun belum dapat diketahui.
  5. IgE umumnya cenderung mendorong terjadinya pelepasan histamin yang dilakukan sel-sel mast ketika antibodinya berhubungan dengan antigennya sendiri. IgE pun telah diasosiasikan untuk perlawanan tubuh disebabkan oleh adanya parasit-parasit serta reaksi-reaksi alergi.

Senjata utama terhadap suatu respon humoral ialah Antibodi. Antibodi ini juga dapat menyerang sebuah organisme maupun molekul antigenik langsung. Antibodi juga dapat melakukan aktivasi dari sistem-sistem yang berkaitan, dan setelah itu akan melakukan penyerangan pada penyerbunya. Metode tersebut dinamakan dengan aglutinasi, dan prosesnya melibatkan penggumpalan dalam antigen supaya bisa lebih kompleks.

Baca Juga :   +24 Daftar Jurusan Biologi di Universitas di Indonesia

Alasannya adalah setiap antibodi memiliki 2 situs pengikatan, sehingga mampu menghadapi 2 macam organisme antigenik sekaligus (contohnya adalah bakteria). Sementara banyak agen antigenik memiliki situs antigenik yang lebih dari 1. Akibatnya agen-agen tersebut melakukan ikatan dengan antibody lebih dari satu. Dengan begitu, mampu dihasilkan jaringan antibodi sekaligus antigenik saling berkaitan.

Struktur Antibodi

Antibodi sendiri tersusun atas 4 rantai polipeptida. Dua bagian rantai berukuran panjang disebut dengan rantai berat, sifatnya identik. Sementara dua bagian rantai lainnya, dikenal dengan rantai ringan, berukuran lebih pendek serta bersifat identik bila diamati dari strukturnya.

Setiap bagian rantai juga saling berkaitan antar satu dan lainnya dengan ikatan S-S, memiliki daerah konstan yang menjadi karakteristik dari sekelompok antibodi tadi. Disamping itu, antibodi juga memiliki daerah variabel sehingga bisa menyebabkan kespesifikan yang diperlukan supaya antibodi-antibodi tadi dapat cocok dengan berjuta-juta jenis antigen seseorang.

Masing masing antibodi yang memiliki 2 situs yang dilakukan oleh antigen, membuat kedua lekukannya bisa disusun disebabkan oleh adanya asosiasi diantara rantai-rantai berat dan rantai-rantai ringan. Di bagian yang terbuka sebagai jalan menuju lekukan ada pada bagian ujung NH2 atau (kepala).

Di bagian tersebut terkandung sekuens-sekuens variabel. Dalam sekuens-sekuens tersebut nantinya didapatkan konformasi-konformasi bersifat unik dari antibodi. Dengan begitu setiap antibodi memiliki suatu lekukan yang akan mengalami kecocokan terhadap antigen yang spesifik.

Sekarang telah diketahui dengan jelas bila tidak semua antigen diperlukan dalam proses perlekatan tersebut. Karena hanya sebagian kecil dari antigen determinan antigenik yang telah berhubungan dengan lekukan antibodi. Pada bagian lekukan tersebut bukan cuma diakibatkan sekuens primer dari asam amino bagi situs variabel. Namun juga menurut pola pelipatan kompleks dari rantai-rantai berat dengan rantai-rantai ringan.

Baca Juga :   Beginilah Caranya Menghemat Konsumsi Bbm, Pakai Minyak Atsiri

Fungsi Dan Pembentukan Antibodi

Jenis sel limfosit B nantinya akan melakukan pengidentifikasian lebih dulu kepada antigen sebagai fungsi antibodi. Kemudian sel limfosit B juga mengalami peristiwa replikasi secara cepat dengan begitu mampu menciptakan sebagian besar dari sel yang kerap disebut dengan sel B plasma.

Nah, dalam sel B plasma ini nantinya menciptakan antibodi bersifat spesifik terhadap satu jenis antigen kemudian melakukan proses pelepasan pada bagian sistem sirkulasi tubuh kita.
Disamping memproduksi sel B plasma, dalam sel limfosit B tersebut juga memproduksi sel B memori serta sel B pembelah.

Bagi sel B memori berkemampuan hidup dengan kurun waktu cukup lama. Bila terjadi infeksi, di tahap keduanya, sel B memori nantinya melakukan reaksi sangat cepat bahkan lebih giat lagi dibandingkan sel B lainnya. Sementara di dalam sel B pembelahnya, berfungsi Untuk menciptakan sel-sel limfosit supaya bertambah lebih banyak lagi.

Kesimpulannya, antara antigen dengan antibodi adalah satu kesatuan yang berperan penting bagi tubuh kita. Hal itu karena dapat membantu proses pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri dan benda-benda asing agar tubuh tetap stabil serta tetap sehat.

Kondisi yang Memerlukan Tes Antibodi

Manfaat tes antibodi ialah membantu mendiagnosa infeksi di berbagai organ tubuh, khususnya infeksi saluran pernapasan serta organ pencernaan. Sekaligus untuk mengetahui terdapat gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
Disamping itu, tes antibodi bisa juga dilakukan bila kamu memipunyai beberapa gejala seperti dibawah ini:

  1. Adanya ruam kulit
  2. Mengalami Alergi
  3. Mengalami sakit sesudah bepergian jauh
  4. Mengalami sakit diare yang lama sembuhnya
  5. Menurunnya berat badan secara drastic tanpa sebab
  6. Demam tanpa sebab
  7. HIV/AIDS

Manfaat dari tes antibodi ini ialah untuk mendiagnosa myeloma, yakni suatu kondisi ketika sumsum tulang memproduksi banyak sekali limfosit, dengan begitu jumlah antibodi menjadi tidak normal. Dengan tes antibodi juga bisa membantu mendiagnosa jenis jenis kanker, sekaligus bisa digunakan dalam mendeteksi penyakit tertentu di masa kehamilan. Contohnya pemeriksaan TORCH, dengan begitu bisa dilakukan pencegahan serta penanganan secepatnya.

Baca Juga :   Pengertian Antigen (Struktur dan Fungsi)

Antibodi juga termasuk faktor penting pada sistem imunitas tubuh manusia. Mintalah rekomendasi dokter guna melakukan tes antibody. Khususnya bila anda kerap mengalami infeksi ataupun gangguan kesehatan lainnya yang berhubungan pada imunitas tubuh.

Baca juga:

Tahapan Siklus Hidup Semut

Pengertian Antigen (Struktur dan Fungsi)