Antibiotik : Pengertian dan Klasifikasinya Lengkap

2 min read

Antibiotik: Pengertian dan Klasifikasinya Lengkap

Antibiotik: Pengertian dan Klasifikasinya Lengkap – Obat adalah bahan atau paduan dari bahan-bahan yang digunakan untuk menetapkan diagnosis, mencegah, menghilangkan, mengurangi, menyembuhkan suatu penyakit atau gejala penyakit, luka dan kelainan fisik atau psikis yang terjadi pada manusia atau hewan. Termasuk antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang sering diresepkan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan beberapa parasit tertentu. Antibiotik dapat juga diartikan sebagai zat-zat yang dihasilkan oleh fungsi dan bakteri, yang mempunyai khasiat untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil.

Antibiotik adalah kumpulan dari suatu zat biokimia yang diproduksi oleh mikroorganisme, yang dalam jumlah kecil dapat menghambat pertumbuhan ataupun membunuh mikroorganisme lain. Terdapat berbagai jenis antibiotik dengan fungsi dan peranannya bagi tubuh yang penting untuk diketahui. Berikut ini penjelasan tentang Antibiotik: Pengertian dan Klasifikasinya Lengkap yang mungkin hanya sebagian orang yang mengetahuinya.

Klasifikasi Antibiotik

Penggolongan antibiotik secara umum terbagi dalam berbagai klasifikasi sebagai berikut:

1. Antibiotik digolongkan berdasarkan struktur kimia (Tjay & Rahardja, 2007)

  • Golongan Beta-Laktam
    Antibiotik yang termasuk ke dalam golongan Beta-laktam yakni golongan sefalosporin (safaleksin, sefazolin, sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan monosiklik, dan golongan penisilin (penisilin, amoksilin). Penisilin merupakan antibiotik yang dihasilkan dari suatu agen antibacterial alami yang dihasilkan dari jamus Penicillium chrysognum yang sering dipasarkan.
  • Golongan Aminoglikosida
    Golongan jenis ini dihasilkan oleh jenis-jenis fungi Streptomces dan Micromonospora. Obat ini aktif terhadap gonococci serta sejumlah kuman gram-positif. Mempunyai aktivitas bakterisid, berdasarkan dayanya untuk menembus dinding bakteri dan mengikat diri pada ribosom di dalam sel. Misalnya yaitu gentamisin, amikasin, neomisin, dan paranomisin.
  • Golongan Tetrasiklin
    Antibiotik golongan ini memiliki khasiat yang bersifat bakteriostatis yang hanya melalui injeksi intravena dapat dicapai oleh kadar plasma yang bakterisid lemah. Mekanisme kerjanya dengan mengganggu sintesa protein kuman. Antibiotik jenis ini tidak efektif terhadap Pseudomonas dan Proteus, namun namun aktif terhadap mikroba khusus Chlamydia trachomatis yaitu penyebab penyakit mata trachoma dan penyakit kelamin. Misalnya tetrasiklin, deksisiklin, dan monosiklin.
  • Golongan Makroolida
    Antibiotik jeniss ini memiliki mekanisme kerja melalui pengikatan reversible pada ribosom kuman, yang mengakibatkan sintesa proteinnya dirintangi.
  • Golongan Linkomisin
    Antibiotik yang berasal dari Streptomyces lincolnensis memiliki efek samping yang kuat sehingga hanya digunakan apabila terdapat resensi terhadap antibiotika lainnya.
  • Golongan Kuinolon
    Antibiotik golongan ini hanya dapat digunakan pada infeksi saluran kemih (ISK) tanpa komplikasi.
  • Golongan Kloramfenikol
    Antibiotik golongan ini memiliki spectrum yang luas, berkhasiat bakteriostatis terhadap hampir semua kuman gram-positif dan sejumlah kuman gram-negatif.
Baca Juga :   Leukosit : Pengelompokan, jenis jenis, fungsi dan Cirinya Lengkap

2. Antibiotik digolongkan berdasarkan sifat toksisiras selektif.

Ada antibiotik yang bersifat bakteriostatik dan ada pula yang bersifat bakterisid (Anonim, 2008)
Bakteriostatik dapat menghambat pertumbuhan bakteri, sedangkan agen bakterisida dapat membunuh bakteri. Minimal kadar yang dibutuhkan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba, masing-masing dikenal dengan kadar hambat minimal (KMH) serta kadar bunuh minimal (KBM).

3. Antibiotik digolongkan berdasarkan mekanisme kerjanya terhadap bakteri (Stringer, 2006)

Antibiotik: Pengertian dan Klasifikasinya Lengkap yang digolongkan berdasarkan mekanisme kerjanya dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  • Inhibitor sintesis dinding sel bakteri
    Golongan ini mempunyai efek bakterisidal dengan cara memecah enzim dinding sel dan menghambat enzim dalam sintesis dinding sel.
  • Inhibitor sintesis protein bakteri
    Antibiotik ini dapat berefek bakterisidal atau bekteriostatik dengan cara mengganggu sintesis protein tanpa mengganggu sel-sel normal serta menghambat tahap-tahap sintesis protein.
  • Mengubah permeabilitas membrane sel
    Antibiotik ini mempunyai efek bakteriostatik dengan menghilangkan permeabilitas membrane dan oleh karena hilangnya substansi seluler yang menyebabkan sel menjadi lisis.
  • Menghambat sintesa folat
    Cara kerja antibiotik ini terdapat pada obat-obat seperti sulfonamide dan trimethoprim. Pada manusia asam folat merupakan vitamin dan kita tidak dapat menyintesis asam folat tersebut.
  • Mengganggu sintesis DNA
    Cara kerja ini terdapat pada obat seperti metronidasol, kinolon, novobiosin yang dapat menghambat asam deoksiribonukleat (DNA) girase sehingga dapat menghambat sintesis DNA.

4. Antibiotic dikelompokkan berdasarkan aktivitasnya (Kee, 1996)

  • Antibiotika spectrum luas (broad spectrum)
    Antibiotika jenis ini contohnya yaitu tetrasiklin dan sefalosporin yang efektif terhadap organisme baik gram-positif ataupun gram-negatif. Sering digunakan untuk mengobati penyakit infeksi yang menyerang belum diidentifikasi dengan pembiakan dan sensitifitas.
  • Antibiotika spectrum sempit (narrow spectrum). Antibiotika golongan ini efektif untuk melawan satu jenis organisme. Misalnya penisilin dan eritromisin digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram-positif.
Baca Juga :   Siklus Hidrologi Dan Bagian Bagiannya Terlengkap

5. Antibiotik dikelompokkan berdasarkan daya hambat terhadap 2 pola hambat antibiotik terhadap kuman (Anonim, 2008)

  • Time dependent killing
    Berdasarkan pola ini antibiotika akan menghasilkan daya bunuh yang maksimal apabila kadarnya dipertahankan cukup lama diatas Kadar Hambat Minimal kuman. Misalnya antibiotic penisilin, sefalisporin, linezolid, dan eritomisin.
  • Concentration dependent killing
    Berdasarkan pola ini antibiotika akan menghasilkan daya bunuh maksimal aapabila kadarnya dalam dosis yang besar, namun tidak diperlukan untuk mempertahankan kadar tinggi dalam waktu yang lama. Misalnya antibiotik aminoglikosida, fluorokuinolon, dan ketolid.

Demikian penjelasan mengenai Antibiotik: Pengertian dan Klasifikasinya Lengkap yang dapat digolongkan dalam berbagai macam. Dengan begitu kita dapat mengetahui bahwa antibiotika merupakan salah satu jenis obat yang sering diresepkan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan beberapa parasite tertentu. Semoga uraian tersebut dapat bermanfaat dan menambah wawasan dari kita semua.

Baca juga: