Air Sadah : Pengertian, Jenis dan Cara Menghilangkan Sifat Kesadahannya Terlengkap

Posted on

Pengertian, Jenis Air Sadah dan Cara Menghilangkan Sifat Kesadahannya

Air sadah dan cara menghilangkan sifat kesadahannya – air merupakan unsur terpenting dalam kehidupan. Hampir semua kehidupan di dunia ini yang tidak lepas dari adanya unsur air. Pada hakekatnya, air yang benar benar murni itu tidak ada, sebab air yang mengalami proses daur hidrologi serta selama menjalani daur tersebut, air pasti menyerap sejumlah zat yang mengakibatkan air tidak lagi murni. Contohnya air sadah.

Air sadah ialah air yang mengandung sejumlah mineral tertentu di dalam air. Secara umum, Ca (ion kalsium) dan Mg (magnesium) dalam wujud karbonat.

Air sadah ataupun air keras ialah air yang mempunyai kadar mineral yang tinggi, sementara air lunak ialah air yang mempunyai kadar mineral rendah. Selain magnesium dan ion kalsium, penyebab kesadahan dapat pula berbentuk ion logam alin maupun garam garam bikorbonat serta sulfat.

Metode yang sangat sederhana guna menentukan kesadahan air ialah dengan menggunakan sabun. Di dalam air lunak, sabun bisa menghasilkan busa banyak. Namun yang terjadi pada air sadah justru sebaliknya. Dalam air sadah, sabun tidak dapat menghasilkan busa, justru hanya dapat menghasilkan paling sedikit busanya.

Nah, cara yang lebih komples dalam mendapatkan air yang bersih serta layak dikonsumsi ialah dengan metode filtrasi atau penyaringan. Media yang kadang dipakai ialah kerikil, pasir, ijuk, arang serta zolit. Kesadahan air jumlah total dinyatakan dalam bentuk satuan ppm berat per volumenya adalah w/v dari CaCO3.

Baca Juga :   Jaringan Palisade (Jaringan Tiang) pada Daun : Penjelasan Beserta Fungsinya Lengkap

Air sadah ini tidak terlalu berbahaya apabila diminum, namun bisa mengakibatkan sejumlah masalah, yakni :

  1. Air sadah bisa menyebabkan terjadinya sebuah pengendapan mineral, sehingga menyumbat saluran keran dan pipa.
  2. Air sadah juga mengakibatkan pemborosan sabun pada rumah tangga, serta air sadah yang tercampur dengan sabun bisa membentuk gumpalan scum yang sulit dihilangkan.

Pada industry, kesadahan air yang dipakai diawasi secara ketat guna mencegah kerugian. Guna menghilangkan kesadahan terkadang dipakai beragam zat kimia, maupun dengan memakai resin penukar ion.

Jenis Air Sadah

Air sudah diklasifikasikan menjadi dua jenis, menurut jenis anion yang diikat pada kation (Caa2+ maupun Mg2+), yakni :

1. Air Sadah Sementara

Air sadah sementara ialah air sadah dengan kandungan ion bikarbonat (HC03-), maupun bisa jadi air tersebut dengan kandungan senyawa kalsium bikarbonat [Ca (HCO3) 2] ataupun magnesium bikarbonat [Mg (HCO3) 2].

Sifat kesadahan pada air sadah sementara ini bisa dihilangkan menggunakan cara memanaskan air. Dengan pemanasan, air iru akan terbebas oleh ion Ca2+ maupun Mg2+. Dengan jalan memanaskan beberapa senyawa itu akan mengendap dari dasar ketel.

Reaksi yang terjadi yaitu :

[ Ca(HCO3)2 (aq) => H2O (l) + CaCO3 + CO2 (g) ]

2. Air Sadah Tetap

Air sadah tetap ialah air sadah dengan kandungan anion yang selain ion bikarbonat, misalnya seperti bisa berbentuk ion CI-, SO42- dan NO3. Artinya adalah senyawa yang terlarut bisa jadi berbentuk kalsium klorida (CaCI2),  kalsium sulfat (CaSO4), kalsium nitrat (Ca(NO3)2), magnesium klorida (MgCl2), magnesium sulfat (MgSO4) dan magnesium nitrat (Mg(NO3)2).

Air dengan kandungan beberapa senyawa sebagaimana tersebut diatas bernama air sadah tetap. Disebut air sadah tetap, sebab bersifat kesadahannya yang tidak dapat dihilangkan Cuma dengan cara pemanasan. Guna membebaskan air tadi dari kesadahannya, secara mutlak dilaksanakan menggunakan cara kimiawi yakni dengan mereaksikan air tadi menggunakan beberapa zat kimia tertentu, terkadang digunakan larutan karbonat, yakni :

Baca Juga :   6 Fungsi Sel Darah Merah Dalam Tubuh Manusia

Na2CO3 (aq) maupun K2CO3 (aq). Penambahan larutan karbonat maksudnya guna mengendapkan ion Ca2+ atau Mg2+.

Na2CO3 (aq) ditambah CaCl2 (aq) => [ CaCO3 (s) ditambah Mg(NO3)2 (aq) 2NaCl (aq) ditambah K2CO3 (aq) ] => 2KNO3 (aq) ditambah MgCO3 (s). Dengan membentuk endapan CaCO3 maupun MgCO3, artinya air tersebut sudah terbebas oleh ion Ca2+ maupun Mg2+ atau kata lainnya dengan air tersebut sudah terbebas dari kesadahan.

Cara Menghilangkan Sifat Kesadahannya

Pada industri yang memakai ketel uap, air yang dipakai harus terbebas dari kesadahan.  Proses untuk menghilangan kesadahan air yang kerap dilaksanakan pada sejumlah industri ialah melalui penyaringan dengan memakai beberapa zat berikut ini :

1. Resin pengikat kation serta anion.

Resin ialah zat polimer alami maupun sintetik dengan salah satu fungsinya ialah bisa mengikat kation dan juga anion tertentu. Secara teknis, dalam air sadah ini dilewatkan melewati suatu wadah yang isinya resin pengikat kation dan juga anion, sehingga harapannya adalah kation Ca2+ serta Mg2+ bisa diikat resin. Dengan demikian, maka air tersebut nantinya bisa terbebas dari kesadahan.

2. Filtrasi (penyaringan) menggunakan zeolite

Di Indonesia zeolit kelihatannya belum memperoleh perhatian secara memadai menjadi media filtrasi air bersih. Padahal di Indonesia sendiri secara geografis letaknya pada jalur gunung berapi dengan memiliki potensi zeolit yang lumayan besar. Zeolit alam Lampung ialah jenis zeolit klinoptilolit yang cocok digunakan menjadi media filter. Zeolit alam lampung yang sudah dipreparasi dengan perlakuan tertentu bisa menyerap ion Ca2+ adalah penyebab kesadahan dalam air.

Zeolit mempunyai rumus kimia sebagai berikut Na2 (Al2SiO3O10) + 2H2O maupun K2 (Al2SiO3O10) + 2H2O. Zeolit memiliki struktur tiga dimensi yang mempunyai beberapa pori yang bisa dilewati air. Ion Ca2+ serta Mg2+ akan ditukar menggunakan ion Na+ serta K+ oleh zeolit, sehingga air tersebut nantinya akan terbebas dari kesadahan.

Baca Juga :   Jenis/ Macam Zat Makanan Sehat Yang Dibutuhkan Tubuh

Seperti itulah caranya menghilangkan kesadahan pada air. Semoga artikel tentang mengenal air sadah dan cara menghilangkan sifat kesadahannya ini dapat berguna bagi mereka yang sedang mencari referensi materi, baik siswa maupun mahasiswa.

Baca juga: