7 Kelainan Uterus Pada Wanita Beserta Penjelasannya

2 min read

7 Kelainan Uterus Pada Wanita Beserta Penjelasannya

7 Kelainan Uterus Pada Wanita Beserta Penjelasannya – Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah memperbanyak diri atau reproduksi. Hal ini sangat berlaku pada wanita, dimana ia memiliki organ reproduksi yang bernama uterus atau rahim. Rahim atau uterus merupakan organ reproduksi wanita yang terletak di bagian dalam rongga panggul. Pada bagian atas, rahim terhubung dengan dua saluran telur (tuba fallopi) dan dibagian bawahnya adalah vagina. Pada umumnya rrahim wanita memiliki tiga lapisan, yakni lapisan luar atau perimetrium, lapisan tengah atau myometrium, dan lapisan dalam atau endometrium. Di dalam lapisan bagian dalam ini akan menjadi tempat menempelnya janin dan plasenta hingga saat persalinan tiba.

Secara umum rahim wanita mempunyai bentuk hampir mirip seperti buah pir dengan panjang rata-rata 7,5, lebar 5 cm, serta kedalamnyya 2,5 cm. Akan tetapi, adakalanya rahim wanita mempunyai bentuk yang kurang sesuai. Kelaian yang ada pada uterus atau rahim wanita ini dapat mempengaruhi kesuburan dan ada juga yang tidak perlu dikhawatirkan. Kelainan uterus dapat berbagai bentuk, mulai dari uterus yang hanya memunyai satu saluran tuba hingga dengan kelainan dimana uterus terbelah oleh dinding otot (septum). Bahkan kelainan ada uterus ini sering menghawatirkan wanita, apakah mereka dapat mengandung dan memiliki anak atau tidak. Untuk lebih jelasnya dibawah ini penjelasan mengenai 7 Kelainan Uterus Pada Wanita Beserta Penjelasannya yang perlu anda ketahui.

Baca Juga :   Mata : Bagian - Bagian dan Fungsi Beserta Penjelasannya Lengkap

1. Adanya Kelainan Struktural Uterus

Kelainan pada structural uterus dapat terjadi pada wanita. Akan tetapi, tidak hanya pada uterus saja, melainkan pada alat reproduksi wanita lainnya, seperti serviks dan vagina. Biasanya kelainan pada struktur uterus terjadi perubahan pada letak uterus tersebut, misalnya pembentukan dua tanduk uterus yang terpisah dan bagian atas uterus yang gagal bersatu. Adanya kelainan struktur uterus ini dapat terjadi disebabkan oleh adanya perkembangan sistem Mullerii.

2. Kehamilan Ektopik

Kehamilann ektopik dapat terjadi apabila seorang wanita mengalami masalah pada uterus. Kehamilan ektopik sendiri merupakan keadaan ketika sel telur dibuahi namun diluar rahim. Dan biasanya hal tersebut terjadi di bagian tuba falopi. Seorang ibu yang mengalami kehamilan ektopik dapat disebabkan oleh beberapa alasan, yaitu misalnya kerena pemilihan alat kontrasepsi, pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya, mengidap infeksi radang panggul, proses sterilisasi dan kesuburan.

Beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan yaitu, apabila anda memliki gejala seperti sakit perut bagian bawah, nyeri tulang panggul, nyeri bahu, pendarahan ringan di vagina, mual, muntah disertai nyeri dan rasa sakit ketika buang air besar, maka anda kemungkinan mempunyai potensi kehamilan ektopik. Untuk menanganinya adalah dengan melakukan pemeriksaan dan menanganai kehamilan ektopik dengan pemeriksaan kadar hCG serta operasi.

3. Miomi Uteri

Miomi uteri merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus serta jaringan ikat. Biasanya miomi uteri dikenal dengan sebutan tumor jinak pada area traktus genitalia. Kelainan miomi uteri termasuk dalam 7 Kelainan Uterus Pada Wanita Beserta Penjelasannya yang dapat menghambat jalannya telur, gangguan implantasi, abortus dikarenakan gangguan nutrisi, penekanan mioma, dan gangguan vaskularisasi plasenta. Dari kelainan ini dapat dilihat beberapa gejala yang mungkin timbul, yaitu pendarahan yang tidak normal, terutama ketika menstruasi dan adanya gangguan pada otot rahim, nyeri panggul ketika berhubungan seksual.

Baca Juga :   Korteks Pada Ginjal - Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

Selain itu, terdapat tanda lainnya yang bisa anda perhatikan, yakni dengan melihat adanya pembesaran uterus, lemah dan anemia. Untuk mencegah dan menghindari hal tersebut dapat dilakukan upaya yaitu dengan radioterapi, konservatif melalui pemeriksaan periodik hyteroktomi dan myomektomi.

4. Retrofleksi Uterus

Retrofleksi uterus merupakan kelaian pada uterus yang paling sering dijumpai di negara Indonesia. Ketika seorang wanita hamil, retrofleksi dapat menyebabkan potensi abortus dan inkarserasi dari dalamm rahim yang membesar sehingga dapat mempengaruhi rongga panggul.

5. Uterus Duplex Atau Uterus Didelphys

Uterus duplex merupakan kelaian pada uterus dimana kondisi saat uterus lain ikut membesar dikarenakan lapisan otot yang kurang tebal. Kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan his dan rupture uteri. Bahkan permasalahan ini nantinya akan diikuti oleh sulitnya proses persalinan pada wanita.

6. Bicornuate Uterus (Uterus Bikornis)

Uterus bikornis merupakan penyakit yang berhubungan dengan uterus yang mengalami kornus yang dalam keadaan kosong serta terjadi pembesaran sehingga dapat menyebabkan munculnya tumor saat proses persalinan. Kelainan jenis ini dapat menyebabkan inersia uteri dan rupture uteri.

7. Infertilitas

Infertilitas merupakan kelainan yang terjadi pada uterus ketika kemampuan seseorang yang tidak dapat hamil serta melahirkan. Faktor yang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami kelainan jenis ini adalah dikarenakan fungsi dari uterus dalam mengatur pendaraan mengalami kelainan, sehingga terjadi kelainan implantasi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan operasi perubahan bentuk uterus serta terapi yang dapat mengurangi resiko infertilitas.

Akan tetapi terdapat suatu keadaan dimana uterus beberapa wanita memiliki bentuk yang sedikit berbeda dari biasanya. Namun, anda tidak perlu khawatir karena secara umu kelainan bentuk rahim wanita jarang mempengaruhi kemampuan untuk hamil dan jarang membutuhkan suatu perawatan khusus. Akan tetapi, apabila kelaian uterus benar-benar menganggu maka anda perlu memeriksakannya ke dokter.

Baca Juga :   Perbedaan Fungsi Otak Kanan Dan Otak Kiri Manusia

Itulah ulasan mengenai 7 Kelainan Uterus Pada Wanita Beserta Penjelasannya yang perlu anda ketahui. Kelainan uterus terdiri dari 7 macam yang masing-masing memiliki tanda atau gejala yang berbeda. Semoga ulasan tersebut dapat bermanfaat sehingga semua wanita bisa mencegah kelainan uterus tersebut.

Baca juga:

Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan

Otak Besar : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerjanya…