6 Perbedaan Metagenesis Pada Tumbuhan Paku dan Lumut Paling Mudah Diketahui

3 min read

6 Perbedaan Metagenesis Pada Tumbuhan Paku dan Lumut Paling Mudah Diketahui

6 Perbedaan Metagenenis Pada Tumbuhan Paku dan Lumut Paling Mudah Diketahui – Metagenesis adalah suatu proses pergiliran keturunan antara generasi seksual dan aseksual, perkembang biakan seksual yang kemudian diikuti dengan perkembang biakan aseksual yang terjadi dalam sebuah generasi. Setiap generasi mengalami pergiliran keturuan, yaitu mulai dari generasi gametofit (generasi penghasil gamet) ke generasi sporofit (generasi penghasil spora). Nah, hal ini terjadi pada metagenesis tumbuhan paku dan lumut.

6 Perbedaan Metagenesis Pada Tumbuhan Paku dan Lumut Paling Mudah Diketahui

Karakteristik Tumbuhan Lumut

Lumut merupakan tanaman atau tumbuhan tipe darat sejati. Walaupun tumbuhan ini memilih untuk tumbuh didaerah yang lembab dan juga basah. Lumut sendiri sebenarnya tidak mempunyai akar, tapi mempunyai akar semu. Oleh karena itu lumut sering disebut dengan perpaduan bentuk peralihan antara tumbuhan Kormofita (Ber-Kormus) dengan tumbuhan Talofita (Ber-Talus).

Tumbuhan lumut memiliki klorofil sehingga tumbuhan lumut dapat menghasilkan makanan sendiri atau sifatnya autotrof, tetapi pada akar dan batang tumbuhan lumut ini tidak terdapat xylem dan floem yang sebagai pembuluh angkut. Namun, ada tumbuhan lumut yang hidup di daun daun mirip seperti bunga angrek atau bunga melati sering disebut dengan tumbuhan epifil. Nah, jika didalam suatu hutan terdapat banyak sekali epifil maka hutan tersebut disebut dengan hutan lumut.

Pertumbuhan tumbuhan lumut sendiri berawal dri Spora lalu mulai berkecambah dan menjadi Bayi lumut atau sering disebut Protonema. Jika sudah tumbuh menjadi lebih besar maka lumut tersebut dapat menghasilkan gametangium. Game tangium ini berfungsi untuk menghasilkan sel kelamin yang sifatnya bersatu sehingga menjadi Zygote. Lalu membentuk Sporogomnium, dan jika sudah matang dan tua maka akan menghasilkan spora lagi.

Baca Juga :   Proses Pertumbuhan Tanaman Nanas Dan Penjelasannya

6 Perbedaan Metagenesis Pada Tumbuhan Paku dan Lumut Paling Mudah Diketahui

Namun ada perbedaan yang terdapat pada metagensis dari kedua tumbuhan tersebut ya. Baik tumbuhan paku maupun lumut memiliki perbedaan pada proses metagenesisnya. Untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan menjeleskan mengenai 6 Perbedaan Metagenenis Pada Tumbuhan Paku dan Lumut Paling Mudah Diketahui, berikut penjelasannya :

  1. Gametofit pada tumbuhan lumut umumnya lebih lama dan lebih dominan dari pada sporogonium, sedangkan gametofit pada tumbuhan paku umumnya jauh lebih pendek dari pada sporofitnya.
  2. Tumbuhan paku merupakan salah satu contoh tumbuhan berspora mempunyai kromosom diploid karena berada dibagian dibawah, itu berasal dari zygot yang merupakan hasil dari pertemuan dua sel kelamin diantara tumbuhan itu sendiri. Sedangkan untuk tumbuhan lumut, kromosom diploid karena berada di bagian atas skema merupakan terbentuk dari perkembangan spora lumut itu sendiri. Selain itu bersifat pembelahan reduksi atau secara miosis.
  3. Tumbuhan paku menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama serta tidak bisa dibedakan jenis kelamin jantan atau betina. Sedangkan pada metagenesis lumut tidak menghasilkan spora.
  4. Tumbuhan paku yang menghasilkan spora, dan jika spora ini sudah dewasa dan matang, dengan gerak hogroskopik kotak spora pecah dan kemudian spora – spora tersebut akan keluar. Kemudian spora tersebut akan menyebar pada area yang luas dengan bantuan angin. Apabila spora tersebut jatuh ditempat lembab, maka akan berkecambah menjadi protonema yang menyerupai benang dan menjadi lumut baru. Jadi pada metagensisnya, lumut mengalami pergantian keturunan antara generasi gametofit dan generasi sporofit.
  5. Pada tumbuhan lumut, yang berperan sebagai generasi gematofit adalah tumbuhan lumut, sedangkan pada tumbuhan paku yang berperan sebagi generasi gematfit adalah protalium.
  6. Pada tumbuhan lumut, yang berperan sebagi generasi sporofit adalah sporogonium, sedangkan pada tumbuhan paku yang berperan sebagai generasi sporofit adalah tumbuhan paku.
    Persamaan Tumbuhan Paku dan juga Tumbuhan Lumut
Baca Juga :   Serial Tanaman Obat (Adas) - Pengertian, Karakteristik, Kandungan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Persamaan Tumbuhan Paku dan Lumut

Meskipun tumbuhan paku dan tumbuhan lumut ini memiliki banyak sekali perbedaan, mereka juga mempunyai beberapa persamaan karena sesama termasuk dalam tumbuhan. Berikut persamaan dari tumbuhan paku dan lumut, yaitu :

  1. Daur hidupnya mengalami pergiliran keturunan.
  2. Kedua tanaman ini kebanyakan hidupnya di area tropis.
  3. Cara berkembang biak dengan spora.
  4. Keduanya sama – sama melakukan proses fotosintesis.
  5. Sama – sama memiliki klorofil.
  6. Sporofit merupakan keturunan generative.
  7. Sama – sama melakukan reproduksi vegative dan juga generative.
  8. Kedua tanaman ini juga sama – sama menyukai tempat hidup yang lembab.

Adaptasi Lumut

Adaptasi yang dilakukan lumut yang memungkinkan untuk tumbuh di tanah yaitu,

  • Tumbuh lumut diselubungi oleh kutikula lilin yang menolong tubuhnya menyimpan air.
  • Gamet-gametnya berkembang dalam metangia, sebagai akibatnya zigot hasil vertilisasinya berkembang didalam jaket pelindung.
  • Karena lumut belum memiliki jaringan pengangkut, maka air yang masuk ke tubuh lumut secara imbibisi.
  • Setelah air tersebut masuk ke tubuh lumut, lalu akan didistribusikan ke bagian-bagian tumbuhan secara Osmose dengan gaya kapilaritas maupun aliran sitoplasma.
  • Sistem pengangkutan air yang seperti itu menyebabkan lumut hanya dapat hidup di rawa dan tempat-tempat teduh.
  • Lumut tidak memiliki ukuran tinggi ataupun besar, kebanyakan hanya 1-2 cm, dan seringkali besarnya kurang dari 20cm.

Sekilas tentang Paku

Paku-pakuan merupakan golongan tumbuhan yang benar-benar berkormus (mempunyai akar, batang dan daun). Paku-pakuan merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana. Kurang lebih sekitar 550 juta tahun yang lalu (zaman karbon) hutan paku raksasa mendominasi permukaan bumi.

Seluruh anggota divisi pada tumbuhan paku-pakuan memiliki 4 struktur penting yang tidak terdapat pada ganggang tingkat tinggi dan terkompleks sekalipun, yaitu lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat di sekeliling organ reproduksi, embrio multiseluler yang terdapat didalam arkegonia, kutikula yang ada pada bagian luar membungkus epidermis sistem transfor internal yang mengangkut air dan juga zat makanan dari dalam tanah. Sistem ini juga baik, sama seperti pengorganisasian transfor air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi.

Baca Juga :   40+ Contoh Tumbuhan Dikotil Beserta Nama Latinnya

Sekian penjelasan yang dapat kami sajikan tentang 6 Perbedaan Metagenenis Pada Tumbuhan Paku dan Lumut Paling Mudah Diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Fungsi Lekukan Diantara Bibir Dan Hidung Pada Tubuh Manusia

Proses Pertumbuhan Tanaman Gulma Dan Penjelasannya