6 Penjelasan Lengkap Perbedaan Sel Hewan, Tumbuhan dan Bakteri

3 min read

6 Penjelasan Lengkap Perbedaan Sel Hewan, Tumbuhan dan Bakteri

6 Penjelasan Lengkap Perbedaan Sel Hewan, Tumbuhan dan Bakteri – ada beberapa perbedaan antara sel hewan, tumbuhan maupun bakteri. Perbedaan tersebut masih belum banyak diketahui oleh pelajar. Oleh karena itu, berikut akan dijelaskan tentang 6 Penjelasan Lengkap Perbedaan Sel Hewan, Tumbuhan dan Bakteri. Simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

6 Penjelasan Lengkap Perbedaan Sel Hewan, Tumbuhan dan Bakteri

1. Dinding sel

Sel pada tanaman: pada dasarnya dinding sel pada tanaman sangatlah kuat serta kasar. Selain itu, juga terdapat banyak kandungan rantai polisakarida serta rantai peptida pendek. Selain itu juga ada selulosa yang terikat oleh polisakarida dengan protein. Fungsi dari kandungan tersebut ialah dapat melindungi membran terhadap kerusakan mekanis maupun tekanan osmosa, serta membentuk sel tetap.
Sel Hewan: Tak memiliki dinding sel
Sel Bakteri: Mempunyai dinding sel yang terdiri dari rantai polisakarida serta rantai peptida pendek.

2. Membran sel

Sel tanaman: tanaman memiliki membran sel setebal +9nm serta mengandung lipida & protein berjumlah sama. Lipida disusun atas 2 lapisan. Lipida ini lebih bervariasi dibandingkan lipida penyusun membran sel bakteri. Sifat membran sel tanaman sangat selektif permeabel, didalamnya mengandung protein atau enzim yang berguna untuk pemindahan nutrien & ion anorganik.

Sel Hewan: pada membran sel hewan serupa dengan membran sel pada tanaman. Namun yang membedakan hanya pada komposisi lipidanya. Membran tersebut bersifat fleksibel serta lengket. Sel yang lengket sangat penting untuk pembentukan jaringan. Selain itu, membran juga sangat selektif permeabel. Didalamnya mengandung protein ensim berguna untuk pengangkutan ion K+ & Na+, asam amino, dan glukosa maupun lainnya.

Baca Juga :   [Lengkap] Cara Kerja Enzim Pada Proses Metabolisme Tubuh

Sel Bakteri: pada membran sel bakteri terdapat kandungan +45% lipida serta protein sebesar 55%. Lipida tersebut menyelubungi dengan kontinyu & non-polar. Di beberapa tempat, terdapat membran yang mengalami pelipatan pada sel atau dinamakan dengan mesosome. Sifat membran tersebut juga selektif permeabel. Kandungan air, nutrien maupun ion logam bisa bebas melaluinya. Sejumlah ensim yang berfungsi untuk menghasilkan ATP juga ada pada membran sel bakteri ini.

3. Inti Sel

Sel tanaman: pada inti sel, lalu anak inti sel & membran inti sel sebuah tanaman memiliki struktur, komposisi serta fungsi layaknya sel pada hewan.

Sel Hewan: memiliki diameter +4-6μ inti selnya. Dilapisi juga dengan selaput atau membran berpori untuk keluarmasuknya bahan menuju inti. DNA pada inti juga berasosiasi dengan protein histon serta terorganisir jadi kromosom. Pada inti juga ada anak inti/nukleolus kaya akan RNA, bentuknya bulat, berwarna gelap, namun tak dilingkupi dengan membran. Tempat terbentuknya RNA ialah dalam anak inti. Masing masing inti terdapat antara 1 sampai 4 anak inti. Ketika mitosis DNA, maka kromosom mengalami proses replikasi, setelah itu akan memisah jadi kromosom anak.

Sel Bakteri: Bakteri tak memiliki bentuk inti layaknya sel pada tanaman maupun hewan. Sementara bahan genetiknya cuma satu untaian ganda dari DNA yang disusun dengan heliks. DNA memiliki panjang sampai 1,2 mm, namun terlipat sehingga berdiameter 2nm. Ketika proses pembelahan sel, setiap untaian DNA akan bereplikasi menghasilkan 2 molekul untaian DNA lagi. DNA juga akan ditranskripsi kedalam bentuk messenger (m) RNA. Selain itu, bakteri juga memiliki plasmid, yakni untaian ganda DNA berbentuk sirkuler diluar kromosom. Plasmid juga bisa bereplikasi dengan mandiri tak tergantung dengan replikasi dari kromosom sel.

Baca Juga :   Cara Tumbuhan Memikat Hewan Untuk Memakan Buahnya

4. Mitokondria

Sel Tumbuhan: bentuk mitokondria ialah lonjong, yang bisa dijumpai di seluruh sel tanaman. Strukturnyaserupa dengan mitokondria dari sel hewan. Terdapat kandungan DNA dalam Mitokondria dengan tipe khusus. Selain itu, dalam mitokondria, juga terdapat banyak kandungan ensim yang berguna untuk oksidasi nutrien serta perubahan energi jadi ATP.

Sel Hewan: memiliki jumlah mitokondria mencapai 800. Bahkan jumlahnya juga bertambah banyak jika sel tersebut aktif. Membran pada mitokondria juga berlipat-lipat. Adapun matriks di dalamnya terdapat banyak kandungan ensim berfungsi untuk oksidasi zat karbohidrat, lipida, maupun asam amino hingga menjadi kandungan CO2 & H2O. Sedangkan hasil oksidasi tersebut berupa ATP yang berperan sebagai sumber energi.

Sel Bakteri: pada sel bakteri tak memiliki mitokondria. Sedangkan oksidasi nutrien yang dilakukan enzim oksidase berlangsung didalam membran ataupun mesosome.

5. Endoplasmik Retikulum (ER) dan Ribosome

Sel Tumbuhan: sel tanaman memiliki ER yang strukturnya mirip pada ER sel hewan.
Sel hewan: sedangkan ER sendiri ialah membran inti yang telah melipat-lipat mirip lorong. Memiliki permukaan yang kasar sebab terdapat ribosom yang menempel disana. ER inti akan menembus sitoplasma hingga ke luar sel. Sedangkan ribosome adalah tempat dimana pembentukan protein terjadi. Ribosom letaknya tersebar bebas didalam sitoplasma.

Sel Bakteri: pada sel bakteri tak memiliki ER. Sementara ribosome nya tersebar pada sitoplasma. Didalam ribosome juga merupakan tempat sintesis protein. Masing masing sel bakteri E. coli telah mengandung 15.000 ribosome. Masing masing ribosome tersusun oleh 2 subunit: yakni subunit besar dengan subunit kecil. Masing masing subunit tersusun oleh 65% RNA dengan 35% protein. mRNA nya terikat di lekukan antara 2 subunit RNA ketika proses sintesis asam amino. Sedangkan jenis asam amino yang telah terbentuk sesuai susunan dari bahan genetik milik mRNA

Baca Juga :   Perbedaan Ekosistem Dan Komunitas

6. Khloroplas

Sel tanaman: pada sel tanaman memiliki plastida yang dinamakan dengan kloroplas, kemudian didalam kloropas terdapat khlorofil. Di sekeliling Khloroplas terdapat membran dan terkandung DNA didalamnya. Bentuk khloroplas juga beragam, jumlahnya pun bisa melebihi satu setiap selnya. Fungsi khlorofil ialah menerima energy dari sinar matahari, kemudian dirubah menjadi ATP yang berguna dalam pembentukan gula oleh CO2 & H2O pada proses fotosintesis.

Sel hewan: pada sel hewan tak memiliki khloroplas

Sel bakteri: Bakteri fotosintesik punya khlorofil bukan berada dalam khloroplast, tapi ada dalam membran dan melipat-lipat didalam sel, atau biasa disebut dengan membran fotosintetik (tilakoid). Alga biru Anabaena azollae tilakoid telah tersebar sampai ke semua bagian sel.

Itulah penjelasan tentang 6 Penjelasan Lengkap Perbedaan Sel Hewan, Tumbuhan dan Bakteri. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Pengertian Fauna – Pengelompokan dan Persebarannya

Biota Laut, Pengertian, Manfaat dan Gambarnya