5 Klasifikasi Teripang Secara Umum

2 min read

5 Klasifikasi Teripang Secara Umum

5 Klasifikasi Teripang Secara Umum – Teripang adalah salah satu biota laut yang juga dikenal dengan nama mentimun laut (sea cucumber). Hal ini dikarenakan bentuk dari teripang yang oval dan lonjong serta memanjang membuatnya begitu mirip dengan mentimun. Meskipun, tidak semua jenis teripang ini berbentuk seperti mentimun.

5 Klasifikasi Teripang Secara Umum

Teripang memiliki banyak manfaat salah satunya yang sudah terkenal sekarang ini yaitu dimanfaatkan sebagai makanan dan obat. Selain itu, teripang juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan eksositem laut, seperti menjaga rantai makanan dan piramida rantai makanan.
Pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi informasi mengenai 5 Klasifikasi Teripang Secara Umum dengan secara singkat. Berikut ulasannya di bawah ini :

Klasifikasi Teripang Secara Umum

Teripang atau bahasa ilmiahnya Holothuroidea yang diklasifikasikan lagi berdasarkan pembagian ordo, famili, sampai genusnya. Berikut 5 klasifikasi teripang berdasarkan pembagian ordonya, yaitu

1. Apodida

Teripang yang satu ini termasuk ke dalam ordo yang hidup di lautan dalam dan merupakan ordo terbesar dari kelas teripang. Ordo ini terdiri dari 3 famili. Teripang jenis ini memiliki bentuk tubuh oval memanjang sampai 3 meter yaitu pada Synapta maculate, memiliki bentuk seperti cacing atau ular. Bentuk tubuh teripang diadaptasi untuk bisa menggali melalui endapan.

Pada mulut teripang jenis ini dikelilingi oleh 10 – 25 tentakel yang menyirip atau peltate. Teripang jenis ini tidak memiliki kaki tabung sehingga dinamakan sesuai nama ordonya yaitu apodida “tidak memiliki kaki”. Pergerakannya dengan merangkak pada endapan, oleh karena itu jenis ini membutuhkan bagian belakang yang datar.

Baca Juga :   7 Klasifikasi Bintang Laut Beserta Karakteristiknya Terlengkap

Jenis ini juga tidak memiliki pohon respirasi yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas seperti pada ordo lainnya namun dapat bernafas dan mengeluarkan sisa atau residu nitrogen melalui kulit mereka. Famili dari ordo ini adalah famili Chiridotidae, Myriotrochidae, dan Synaptidae. Contoh spesiesnya diantaranya adalah Synaptula lamperti, Polycheira rufescens, Chiridota heheva.

2. Aspidochirotida

Jenis teripang yang satu ini mempunyai permukaan yang rata, memiliki tentakel berbentuk seperti daun, tetapi tanpa pelengkap yang lebar seperti yang ditemukan pada ordo Elasipodida. Teripang jenis ini tidak memiliki otot introvert atau retractor. Kaki tabungnya sering berbentuk tunggal dengan memiliki garis yang jelas.

Teripang ini memiliki 15 sampai 30 tentakel yang berbentuk seperti perisai yang mengelilingi mulutnya. Dinding tubuhnya tebal dan kasar yang berisi ossicle, termasuk beberapa diantaranya berbentuk seperti kotak. Teripang ini memiliki pohon respirasi yang berguna sebagai pertukaran gas. Otot–otot yang melintang ke bawah tubuh diatur menjadi lima pasang tanda. Teripang jenis ini bisa menembakkan benang putting yang lengket yang dikenal dengan cuvierian tubulus yang berasal dari organ cloacas yang berfungsi untuk mengalihkan perhatian atau menghindari predator.

Jenis ini banyak ditemukan terkena lingkungan air yang dangkal. Famili dari ordo ini yaitu famili Holothuriidae, Mesothuriidae, Stichopodidae, Synallactidae. Contoh spesiesnya adalah Leopard sea cucumber Bohadschia argus, Isostichopus badionotus, dan Holothuria sanctori.

3. Dendrochirotida

Anggota dari ordo ini mempunyai tentakel bercabang dan suspension feeder. Suspension feeder merupakan kemampuan makan dengan cara menyaring suspense material dan partikel makanan dari air. Tentakel yang bercabang memiliki karakter sekitar 10-30 cabang yang terkadang bercabang 2 sampai 3.

Jenis ini juga memiliki struktur cincin yang terdiri dari 10 piring kapur yang berputar putar di faring. Memiliki otot retractor dan introvert yang berarti dapat menarik kembali tentakelnya ke dalam mulut ketika tidak ada aktifitas makan. Dinding tubuhnya terdiri dari ossicle yang lebar atau yang tersusun secara halus dengan beberapa ossicle.

Baca Juga :   Struktur Dan Fungsi Tubuh Porifera

Mangsa dari teripang jenis ini akan ditangkap dengan menggunakan tentakel yang lengket dan kemudian akan dimasukkan ke dalam mulutnya. Larva dari teripang jenis ini adalah lecithotrophic. Teripang ini tidak makan, tetapi teripang ini akan hidup pada materi dan bertelur sampai menetas dan menjadi larva muda. Contoh spesiesnya adalah Pseudocolochirus violaceus, Neopentamera anexigua, Cucumaria miniata dan Thyone aurea.

4. Elasipodida

Ordo yang satu ini mempunyai bentuk yang tidak biasa, jika dibandingkan dengan bentuk teripang jenis lainnya. Tubuh dari teripang jenis ini memiliki banyak tambahan seperti adanya papilla dan tentakel yang seperti lembaran daun. Meskipun banyak spesies yang benthic namun pada beberapa adalah pelagic dan beberapa memiliki bagian yang telah termodifikasi menjadi sirip dan layar. Sebagian besar hidup menghuni lingkungan laut dalam. Adapun contoh spesiesnya adalah Enypniastes sp., dan Pelagothuria natatrix.

5. Molpadiida

Bentuk tubuh dari ordo ini adalah fusiform, di mana bentuknya tidak seperti teripang lainnya. Pada tubuh bagian belakangnya menyempit dan membentuk seperti ekor. Teripang jenis ini tidak memiliki kaki tabung karena masih berhubungan dengan Apodida.

Teripang jenis ini memiliki lima belas cabang tentakel dan tubuhnya sangat kokoh. Teripang ini memiliki tentakel ampullae dan pohon respirasi, dan memiliki paru-paru air yang melekat pada cloaca. Ossicle pada teripang jenis ini terdiri dari pirangan kapur yang tertanam di kulit dan memiliki karakter pada tiap jenisnya. Tubuhnya berbentuk seperti meja, jangkar, fusiform batang, dan berlubang tetapi tidak melingkar.

Teripang jenis ini diadaptasi untuk bisa menggali ke dalam sedimen yang lembut dan jarang bergerak setelah menggali lubang. Bentuk galian dari teripang jenis ini berbentuk seperti huruf U. Contoh spesies dari ordo ini yaitu Molpadia sp.

Baca Juga :   10 Jenis-Jenis Rumput Laut Di Indonesia Beserta Gambarnya

Itulah informasi mengenai 5 Klasifikasi Teripang Secara Umum yang bisa kami bagikan pada Anda. Semoga artikel kali ini bermanfaat dan bisa menambahkan wawasan bagi pembaca. Terima kasih.

Baca juga:

20 Contoh Hewan Vivipar dan Penjelasannya Lengkap

5 Akibat Kurang Air bagi Tumbuhan