4 Tipe Patahan Biologis Tanah Penyebab Gempa Besar

2 min read

4 Tipe Patahan Biologis Tanah Penyebab Gempa Besar

4 Tipe Patahan Biologis Tanah Penyebab Gempa Besar – akhir akhir ini, kita dan masyarakat Indonesia sudah terbiasa mendengar adanya berita bencana alam gempa di berbagai daerah terutama di negara kita sendiri, yaitu Indonesia. Diantaranya yang terbesar ialah yang terjadi di Lombok dan Sulawesi tengah yakni Palu, Sigi, dan Donggala. Bencana alam gempa di Sulawesi tengah tersebut dapat dikatakan sebagai bencana alam besar pada satu dekade ini yang diikuti dengan bencana sebelumnya, yaitu bencana Lombok.

Bencana yang terjadi secara tidak terduga tersebut telah membuka mata masyarakat untuk bisa lebih mengerti dan memahami bagaimana kondisi biologis atau lingkungan kita yang hidup di Indonesia. Dimana negara Indonesia adalah sebuah negara yang dilewati oleh Ring of Fire dan sangat rawan bencana alam gempa. Hal ini memang sangat erat berhubungan dengan ilmu biologi mengenai lingkungan, yakni mengenai 4 Tipe Patahan Biologis Tanah

Penyebab Gempa Besar yang bernama likuefaksi. Apa dan bagaimana prosesnya sampai bisa menimbulkan bencana alam gempa yang besar hingga tsunami? simak selengkapnya dalam penjelasan berikut untuk menambah wawasan.
Pengertian Sesar atau Patahan

Patahan atau sesar adalah struktur rekahan yang telah mengalami pergeseran. Secara umum disertai oleh struktur yang lain seperti lipatan, rekahan dan sebagainya. Mengenai di lapangan indikasi suatu sesar atau patahan dapat dikenal melalui :

  • Gawir sesar atau bidang sesar;
  • Breksiasi, gouge, milonit, ;
  • Deretan mata air;
  • Sumber air panas;
  • Penyimpangan / pergeseran kedudukan lapisan;
  • Beberapa gejala struktur minor seperti: cermin sesar, gores garis, lipatan dsb.
Baca Juga :   Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan

Klasifikasi Sesar

Sesar terbagi ke dalam beberapa jenis atau tipe. Dimana hal itu tergantung pada arah relatif pergeserannya. Selama terjadinya patahan atau sesar masih dianggap sebagai suatu bidang datar, maka konsep jurus dan kemiringan juga dapat dipakai, dengan demikian jurus dan kemiringan dari suatu bidang sesar dapat diukur dan ditentukan.

1. Patahan biologis tanah naik (Reverse and Thrust Fault)

Ini adalah kondisi biologis dimana sebagian tanah terdorong ke atas yang bisa terjadi karena pencemaran tanah. Hal ini diakibatkan adanya dorongan dari dalam bumi yang bisa berasal dari air tanah ataupun lava, menyebabkan lapisan tanah dipaksa untuk terangkat ke atas. Tidak hanya mendorong lapisan saja. Jika berada di dekat atau di laut, lapisan dapat mendorong air juga membuat gelombang besar yang dikenal sebagai bencana alam tsunami.
– Thrust dan reverse fault terbentuk oleh kompresif stress horizontal yang mengakibatkan kerak bumi berkontraksi. Jika kemiringan lebih kecil dari 45 derajat disebut thrust fault. Hangingwaal bergerak ke atas relatif terhadap footwall, sehingga menempatkan batuan yang lebih tua di atas batuan yang lebih muda.

2. Patahan biologis tanah turun

Kondisi biologis dimana tanah yang lain turun ke bawah. Hal ini disebabkan karena adanya pengikisan yang terjadi pada lapisan di bawah tanah yang berhubungan dengan jenis tanah yang baik untuk tanaman. Lapisan itu begitu rapuh hingga menyebabkan adanya longsor yang terjadi di bawah tanah yang tidak tampak oleh mata. Jika patahan biologis tanah ini terjadi secara besar besar, bukan tidak mungkin menyebabkan gelombang yang bergerak ke arah laut, menyebabkan terciptanya bencana alam tsunami.

3. Patahan biologis tanah geser

Patahan biologis tanah yang bergeser ini terjadi secara horisontal karena faktor perubahan lingkungan. Patahan biologis tanah geser pada umumnya pergeseran hanya terjadi secara vertikal, sehingga cara membedakannya hanya dengan melihat dari adanya ketidakrataan. Hal ini kebanyakan dikarenakan adanya pergerakan kerak bumi. Contoh paling mudah adalah ketika sobat melihat sebuah lokasi yang tidak lagi sejajar dengan tempat seberangnya.

Baca Juga :   Pengertian Sukrosa

4. Patahan biologis tanah thrust

Juga dinamakan sebagai patahan biologis tanah reverse. Bagi warga Surabaya, hal ini dapat dilihat secara jelas contohnya di Jalan Mayjend Sungkono dimana ada tanah yang seakan akan mau menjorok keluar. patahan biologis tanah ini merupakan hasil dari dua tanah yang sama sama saling mendorong sehingga menghasilkan salah satu tanahnya akan tampak keluar.

Selain karena adanya tipe patahan biologis tanah yang menyebabkan gempa bumi, secara biologis sebenarnya kerusakan lingkungan juga berpengaruh pada kondisi biologis bumi baik itu kondisi biologis bumi di lapisan luar atau yang sedang dihuni oleh manusia dan makhluk hidup lainnya dengan kondisi biologis yang berada di lapisan dalam seperti tanah, air, dan sebagainya.

Tentu saja apabila terjadi kerusakan pada lingkungan di bumi bagian atas, bukan tidak mungkin merusak kondisi biologis lapisan bumi di bawahnya pula. Sudah terbukti dengan adanya kerusakan lingkungan menyebabkan kualitas tanah yang menurun dan berkurangnya jumlah air tanah, untuk mengurangi bencana alam, tentu jauh lebih baik dilakukan upaya dengan menjaga kesehatan lingkungan misalnya dengan penanaman pohon dan pengolahan sampah yang baik sehingga lingkungan tetap sehat dan tidak merusak kondisi biologis lingkungan.

Itulah sebab yang membuat bencana alam gempa besar terjadi termasuk bencana alam gempa yang terjadi di Indonesia. Memang secara tidak langsung kita semua diingatkan untuk lebih baik lagi dalam menjaga lingkungan ya sobat. Sehingga bisa mengurangi kerusakan lingkungan dan mengurangi terjadinya bencana alam. Demikian yang dapat penulis sampaikan mengenai 4 Tipe Patahan Biologis Tanah Penyebab Gempa Besar, semoga menjadi wawasan bermanfaat, terima kasih.

Baca juga:

Baca Juga :   Fungsi Pelvis Pada Ginjal Paling Penting