4 Daur Hidup Taenia Saginata (Morfologi) : Pengertian, Ciri – Ciri, Beserta Gambarnya Terlengkap

2 min read

4 Daur Hidup Taenia Saginata Beserta Gambarnya Terlengkap

Daur hidup taenia saginata beserta gambarnya – cacing pita tergolong dalam pengklasifikasian hewan cacing pipih. Cacing pita tersebut dibedakan menjadi beberapa jenis lagi, yakni taenia saginata atau kerap dikenal dengan cacing pita sapi serta taenia solium yang dikenal dengan cacing pita babi. Berikut ini akan diulas tentang 4 daur hidup taenia saginata beserta gambarnya.

T. saginata bentuknya mirip lembaran pita, yang tubuh dan panjangnya terdiri atas rangkaian sejumlah segmen dengan masing – masing dikenal dengan proglotid. T. saginata akan menginfeksi kerbau dan sapi serta manusia, menggunakan inang sementaranya ialah kerbau dan sapi serta sejumlah hewan mamalia yang lain, sementara inang utamanya ialah manusia.

T. saginata tidak dengan langsung ditularkan dari manusia menuju manusia, namun untuk T. sodium kemungkinan dapat dituarkan dengan langsung antar manusia yakni melewati telur di dalam tinja manusia yang terinfeksi langsung menuju mulut pasien sendiri atau orang lain. Cacing pita T. saginata yang dikenal menjadi parasite usus dalam manusia (iang utama) mengakibatkan taenasis (cacingan) serta sistiserkosis pada kerbau dan sapi (inang sementara).

Morfologi Dan Daur Hidup Cacing Pita

Cacing pita dengan klasifikasi makhluk hidup masuk dalam klasifikasi animaia menggunakan filum platyelminthes, ordo cyclophyllidea, kelas cestoidean, genus taenia dan family taeniidae. Habitat T. saginata dewasa hidup pada tubuh manusia dan letaknya di bagian usus halus.

Ciri – ciri makhluk hidup pad acacing pita dewasa warnanya putih dengan tembus sinar, serta panjangnya bisa mencapai 4-25 meter, meskipun kebanyakan 5 meter maupun kurang. T. saginata dewasa bisa hidup dalam tubuh manusia dari 5 hingga dengan 20 tahun, juga bisa lebih. Kepala cacing pita dikenal skoleks serta mempunyai alat hisap (sucker). Skoleks bentuknya segiempat, dan garis tengahnya 1-2 mm, serta memiliki alat isap (sucker). Tidak terdapat rostelum ataupun kait dalam skoleks. Lehernya berbentuk sempit panjang dan lebarnya ± 0,5 mm. ruas-ruas tidak jelas serta didalamnya tidak Nampak struktur.

Baca Juga :   Struktur Anatomi Mulut Manusia

Segmen matur memiliki ukuran panjang 3-4 kali dari ukuran lebarnya. Segmen grafvid dibagian sangat ujung ukurannya 0,5 cm x 2 cm. lubang genital letaknya didekat ujung posterior segmen. Uterus di segmen gravid uterus bentuknya batang memanjang pada pertengahan segmen, memiliki 15-30 cabang setiap sisi segmen.

Segmen gravid melepaskan satu demi satu dan pada tiap segmen gravid bisa bergerak sendiri diluar anus. Segmen gravid T. saginata dominan bergerak daripada dengan sefmen gravid T. sollium. Daur hidup cacing T. saginata membutuhkan dua inang khusus (dalam manusia) serta inangnya sementara/ perantara (kerbau dan sapi).
Berikut penjelasan dari daur hidup taenia saginata, yakni :

1. Telur

Cacing dewasa akan melepaskan segmen gravid/ poglotid yang sudah masak dengan mengandung telur menuju dalam saluran pencernaan. Salah satunya ada yang pecah dalam bagian usus besar dan sebagian bentuknya tetap proglotoid gravid jadi telur serta proglotoid gavid bisa ditemui dalam feses pasien. Hal tersebut dikarenakan proglotid T. saginata kadang lebih aktif (motile) dibanding T. solium jadi dapat bergerak keluar dari feses ke rumput.

2. Onkosfer

Jika telur cacing matur ini telah mengkontaminasi tanaman rumput/ peternakan serta termakan ternak kerbau dan sapi, maka telur hanya bisa menetas jika terpapar sekresi gaster diikuti sekresi usus jadi sesudah mengalami peristaltic yang sifatnya retrograde, maka onkosfer akan menetas serta menembus pada dinding usus, lalu mengikuti aliran kelenjar pada getah bening.

Onkosfer bentuknya masih mirip dengan telur tanpa membrane serta mempunyai kait. Sesudah menetas selanjutnya menyebar menuju organ-organ tubuh yang lain, khususnya dalam jaringan otot mirip otot jantung, leher, lidah serta otot gerak. Dalam rentang waktu 60-70 hari sejak infeksi, maka onkosfer berbuah jadi larva sisterkus yang infeksius.

Baca Juga :   Sistem Pernapasan Manusia (Urutan dan Gambarnya) Lengkap

3. Larva sisterkus

Sesudah tersebar onkosfer T. saginata dalam inang perantara akan menginfeksi di berbagai organ kerbau atau sapi misalnya di bagian paru-paru serta jaringan otot. Onkosfer tersebut akan berubah bentuk jadi larva yang mempunyai kista membesar dan bentuknya gelembung mirip sistiserkus.

Sistiserkosis ialah penyakit parasitic yang diakibatkan sistiserkus yakni larva/ fase metacestoda cacing pita dengan tanda adanya kista di otot skeletal inang. Secara umum penularannya mengalami langsung dengan tidak lewat perantara.

4. Cacing pita dewasa

Cacing pita dewasa menghuni dan hidup diusus halus manusia. T. saginata dewasa bisa hidup dalam tubuh manusia dari 5-20 tahun hingga lebih. ia akan menjadi dewasa dalam waktu 10-12 minggu saja. Tubuhnya ± 1000-2000 proglotid, mmepunyai scoleks (kepala) berdiameter 1-2 mm yang terdiri atas 4 penghisap tanpa organ hook atau kait maupun rostellum.

Dalam usus manusia, terjadi eksvaginasi serta melekatkan diri pada skoleks menggunakan alat hisapnya di dinding usus. Kemudian tumbuh sebagai cacing dewasa serta membentuk strobili. Cacing dewasa T. saginata hidup dibagian usus manusia menyebabkan penyakit yang dalam istilahnya taniasis.

Pada saat pembuahan sudah terjadi, maka telur/ embrio disimpan dalam setiap proglotid/ dikenal proglotid gavid. Ketika proglotid sudah masak serta mengandung telur. Lalu akan diteruskan serta dikeluarkan bersama feses.

Itulah penjelasan 4 daur hidup taenia saginata beserta gambarnya. Jadi, daur hidup taenia saginata ini melalui 4 tahapan, diantaranya mulai dari telur, onkosfer, larva sistiserkus dan yang terakhir ialah cacing pita dewasa. Semoga menambah ilmu pengetahuannya. Terima kasih. Salam hangat dari penulis.

Baca juga:

Baca Juga :   Kelenjar Timus : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Kelainannya