4 Alasan Biologis Semakin Tua Kita Waktu Terasa Cepat Berlalu

2 min read

4 Alasan Biologis Semakin Tua Kita Waktu Terasa Cepat Berlalu

4 Alasan Biologis Semakin Tua Kita Waktu Terasa Cepat Berlalu – Pernahkah kalian merasakan, saat kalian masih anak kecil, terasa liburan sekolah itu lamanya bukan main juga menanti hari ulang tahun itu terasa lama sekali demi dapat kado yang paling diinginkan. Tapi kenapa saat kalian semakin tua, waktu terasa lewat begitu saja, minggu demi minggu, bulan demi bulan juga tiap waktu liburan terasa lewat begitu saja di kalender dalam kecepatan luar biasa.

Ada beberapa penelitian biologi tentang manusia masih bisa hidup tanpa 7 organ, sedangkan dalam artikel kali ini akan membahas mengenai 4 Alasan Biologis Semakin Tua Waktu Terasa Cepat Berlalu. Salah satu hasil dari penelitian biologi tersebut yang muncul adalah akibat pemotongan secara berkala terhadap jam biologis internal. Metabolisme tubuh kita seiring bertambahnya usia itu sejalan dengan melambatnya detak jantung dan juga nafas.

4 Alasan Biologis Semakin Tua Waktu Terasa Cepat Berlalu

Berikut ini alasan biologis semakin tua waktu terasa cepat berlalu :

Baca Juga :   2 Pembelahan Meiosis : Ciri-ciri serta Tahapan Proses Pembelahan

1. Anak kecil merasakan waktu berjalan lebih lama karena banyak hal yang bisa mereka pelajari, otak memproses ilmu akan membuat waktu berjalan lebih lama.

Ada beberapa hipotesa yang mencoba menjelaskan kenapa kita bisa mempunyai persepsi percepatan waktu seiring bertambahnya umur kita. Salah satu pemikiran yang muncul adalah akibat pemotongan secara berkala terhadap jam biologis internal kita. Perlambatan metabolisme tubuh kita seiring bertambahnya usia itu sejalan dengan melambatnya detak jantung kita dan nafas kita. Pemacu jantung biologis pada anak-anak berdetak dengan lebih cepat, yang berarti bahwa mereka mengalami penanda biologis lebih banyak (detak jantung, denyut nafas) dalam kurun waktu tertentu, membuatnya serasa lebih banyak waktu untuk dihabiskan.

Hipotesis lain beranggapan bahwa waktu yang kita rasakan tergantung pada jumlah informasi baru yang telah kita serap. Dengan banyaknya stimulus baru, otak kita membutuhkan waktu lebih lama untuk memroses informasi sehingga periode waktunya terasa makin panjang untuk bisa melakukan sesuatu. Ini dapat melengkapi penjelasan “persepsi gerak lambat” yang seringkali dilaporkan pada waktu sebelum terjadinya kecelakaan.

2. Kita juga harus terus mempelajari hal baru agar waktu tidak serasa berjalan terlalu cepat

Kenyataannya, ketika dihadapkan dengan situasi-situasi baru, otak kita merekam lebih banyak memori secara detail, sehingga penghimpunan informasi dari kejadian tersebut terasa lebih lambat dari kejadiannya itu sendiri. Tapi bagaimana hal tersebut bisa menjelaskan kelanjutan semakin singkatnya waktu terasa seiring bertambahnya usia? Hipotesis yang mungkin ialah semakin kita tua, semakin kita merasa terbiasa dengan hal yang ada disekeliling kita.

Pada akhirnya kita tidak menyadari aspek-aspek detail dari lingkungan kita seperti di rumah atau tempat beraktivitas, sehingga kurangnya proses penyerapan informasi baru membuat waktu terasa berjalan lebih cepat.
Sementara bagi anak-anak, dunia ini dipenuhi hal-hal yang tidak biasa, dan berisi pengalaman baru yang menunggu untuk mereka pelajari. Ini berarti bahwa anak-anak harus mendedikasikan kekuatan otaknya untuk memproses informasi dari dunia luar yang begitu luas. Hal tersebutlah yang mendukung hipotesis bahwa waktu akhirnya terasa berjalan lebih lambat untuk anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa yang terjebak pada rutinitas.

Baca Juga :   Cara Termudah Membuat Pupuk Organik atau Kompos Sendiri di Rumah

3. Semakin kita terbiasa menjalani rutinitas, waktu akan terasa seperti melayang begitu saja.

Jadi jika kita merasa semakin terbiasa dengan pengalaman hidup sehari-hari, waktu akan terasa berjalan dengan lebih cepat, tingkat kebiasaannya akan bertambah seiring dengan usia. Mekanisme biokimia dibalik hipotesis ini memberi tahu kita bahwa pelepasan dopamin neurotransmitter seiring dengan rangsangan pembelajaran hal baru akan membantu kita belajar mengukur lamanya waktu.

Setelah kita melewati usia 20 tahun dan terus berlanjut ke usia yang semakin tua, level dopamin akan menurun yang membuat waktu serasa berjalan semakin cepat. Tapi tidak ada satu pun di antara hipotesis ini nampak tepat dengan perhitungan matematis atau fisika tentang percepatan waktu. Pengurangan panjang periode yang terlihat seiring bertambahnya usia dapat digambarkan melalui “skala logaritmik”. Skala logaritmik lebih mungkin digunakan daripada skala linear tradisional yang digunakan untuk mengukur tingkat gempa atau suara.

4. Periode usia dari lama “rasa” tempuhnya tidak dikelompokkan menurut dekade, dikarenakan usia 5-10 tahun dengan 40-80 tahun memiliki “rasa” cepat yang sama.

Karena kuantitas dari yang dapat kita ukur dapat bervariasi ke derajat yang jauh lebih besar, kita membutuhkan skala pengukuran dengan range yang lebih lebar untuk melihat lebih banyak penjelasan yang masuk akal. Pada skala Ritcher logaritmik yang digunakan untuk mengukur gempa bumi dari goncangan tingkat 10 sampai 11 tidak mewakili peningkatan pergerakan getaran sebanyak 10 persen sebagaimana jika digambarkan dalam skala linear. Setiap kenaikan tingkat skala pada skala Ritcher mewakili peningkatan getaran sebanyak 10 lapisan.

Umumnya kita berpikir bahwa usia itu dibagi dalam dekade: usia belasan, usia 20-an, usia 30-an dan seterusnya. Nampaknya terdapat bobot yang sama dalam tiap periode dekade. Padahal jika dilihat dari skala logaritmik, kita akan merasakan periode waktu yang berbeda walau jumlah tahunnya sama. Perbedaan dalam usia akan dirasakan secara berbeda menurut hipotesis berdasarkan pengklasifikasian rentang usia berikut: usia 5-10 tahun, 10-20 tahun, 20-40 tahun dan 40-80 tahun. Bukan ingin menakuti, tapi 5 tahun di antara usia 5-10 tahun akan terasa sama lama/cepatnya dengan periode usia antara 40-80 tahun. Sehingga pada usia antara 40-80 tahun, waktu akan terasa berlangsung sangat cepat.

Baca Juga :   Pengertian Mekanisme Gerak Otot pada Manusia dan Hewan Terlengkap

Demikianlah artikel kali ini yang mengulas mengenai 4 Alasan Biologis Semakin Tua Waktu Terasa Cepat Berlalu, semoga bermanfaat.

Baca juga: