15 Ciri-Ciri Lumut Tanduk dan Penjelasan Lengkapnya

2 min read

15 Ciri-Ciri Lumut Tanduk dan Penjelasan Lengkapnya

Ciri-ciri lumut tanduk – dalam hal ini tumbuhan lumut tanduk ini sebagai tumbuhan yang pendek, kecil, tak berbunga serta tergolong tanaman nonvaskuler yang bisa hidup baik di air maupun di darat. Dalam hal tersebut mereka menjadi wakil kelompok tanaman darat awal serta mempunyai 300 spesies di dalam ordo bryophyta.

Pengertian Lumut Tanduk

Lumut tanduk merupakan tumbuhan kecil yang tak berbunga, pendek serta tergolong tumbuhan nonvaskuler/ dapat hidup di daratan maupun di air. Lumut tanduk sebagai wakil sejumlah tanaman darat pertama dan mempunyai 300 spesies berbeda di dalam ordo bryophyta.

Salah satu manfaat lumut tanduk ini dapat ditanam di akuarium. Hanya dengan menempelkannya di satu tunas maupun di sejumlah potongan lumut yang masih ada kandungan rhizoid kerikil pada posisi bawah akuarium.
Lumut tersebut akan cepat tumbuh sampai di permukaan air yang pada akhirnya membentuk rumpun tebal. Lumut tanduk ini dapat memberikan fasilitas aman untuk benih ikan. Selain tersebut, lumut ini pun bisa mengoksidasi badan air saat berendam.

Ciri-Ciri Lumut Tanduk

Ciri-cirinya kadang ada dilumut tanduk, antara lain :

  1. Tubuhnya hanya mirip dengan lumut hati, akan tetapi mempunyai perbedaan di sporofitnya sporofit ini dapat membentuk kapsul yang panjang dan bisa tumbuh mirip tanduk.
  2. Habitatnya ada di daerah yang mempunyai kelembaban lumayan tinggi.
  3. Semua poros sporogonium tersebut terdiri atas sebuah jaringan atas serta dari sejumlah sel mandul.
  4. Kolumela yang terselubung oleh jaringan, kolumela tersebut lalu akan memproduksi spora.
  5. Arkespora pun memproduksi sejumlah sel mandul yang kadang dikenal dengan nama elatera.
  6. Keunikan dari lumut tanduk ini bila dibandingkan dengan lumut lainnya. Maka masaknya kapsul di dalam spora sporogonium yang tak bersamaan, selain tersebut dimulai dari atas kemudian terus berturut turut menuju di bagian bawah.
  7. Dinding sporogonium tersebut mempunyai stomata yang ada di dua sel penutup.
  8. Anthocerotales tersebut terdiri Cuma dari satu suku, yakni anthocerotaceae.
  9. Lumut tersebut hanya mempunyai sejumlah marga yang sudah dimasukkan di dalam satu kelompok saja, yakni suku.
  10. Gametofit mempunyai bentuk mirip cakram dengan tepian bertoreh.
  11. Sel-selnya ini Cuma dapat mempunyai satu kloroplas dan Cuma mempunyai satu kloroplas yang terdapat di satu pirenoid besar.
  12. Di sisi bagian bawahnya talus ini terdiri atas stomata dengan dua sel penutup yang bentuknya ginjal.
  13. Sel-sel penyusun dari kaki sporogonium mempunyai bentuk mirip rhizoid dan merekat pada talus gametofitnya.
  14. Sporogonium tidak mempunyai tangkai dan memiliki bentuk mirip tanduk, kurang lebih panjangnya ada 10 hingga 15 cm.
  15. Menurut analisis memakai asam nukleat ini nyatanya lumut jenis tersebut mempunyai keluarga dekat sekali dengan salah satu tumbuhan berpembuluh (vaskuler)
Baca Juga :   13 Bunga Paling Indah di Dunia beserta Gambarnya Terlengkap

Cara Berkembangbiak Lumut Tanduk

Di kelas tersebut diemukan cara perkembangbiakan dengan aseksual serta seksual misalnya di lumut hati, yakni :

1. Perkembangbiakan dengan aseksual

  • Fragmentasi, yakni pemisahan dari lobus bagian utama talus. Sel sel bagian basal talus sudah mati dan juga hancur dan jika proses tersebut dialami di talus yang mencabang maka akan mengakibatkan lobus talus ini saling terpisah. Masing-masingnya lobus akan tumbuh lagi jadi individu baru.
  • Pembentukan kuncup (gemma). Para ahli lumut ini sudah pernah konfirmasi tentang sejumlah spesies anthocerus yang dapat menghasilkan gemma melekat ditangkai pendek di permukaan atas serta sepanjang tepi talus, mislanya A, formosae, dan glandulosus.
  • Membentuk umbi (tuber), ada berbagai jenis lumut tanduk yang mempunyai bentuk umbi kecil dengan memiliki keahlian melakukan gametofit baru.
  • Penebelan ujung (tepi) talus yang termasuk sebuah cara guna mempertahankan diri dari kekeringan.
  • Kejadian apospori

2. Perkembangbiakan Dengan Seksual

Dengan membentuk arteridium serta arkegonium. Anteridium serta arkegonium mengumpul di suatu lekukan sisi atasnya talus. Zigot pada mulanya membelah jadi dua sel bersama satu dinding pisah melintang.
Sel diatas ini akan terus membelah yang termasuk sporogonium, ikut serta sel bagian bawah yang membelah dengan terus menerus membentuk kaki sporogonium, sporogonium kaki ini fusngsinya menjadi alat penghisap.

Struktur Tubuh Lumut Tanduk

Tubuh utamanya ini berwujud gametofit yang mempunyai talus bentuknya cakram bertepi toreh. Terkadnag melekat di tanah perantara rizoid yang tersusun talus masih sederhana sekali, sel selnya Cuma mempunyai sebuah kloroplas 1 pironoid besar.

Metagenesis Lumut Tanduk

Lumut tanduk ini pun terjadi pergiliran keturunan atau metagenesis. Fase sporofit serta fase gametofit ini akan dialami dengan bergilir. Perkembangbiakan dengan seksual, dengan cara yakni membentuk sebuah lekukan di sisi atas talus. Zigot mulanya membelah jadi 2 sel dengan satu dinding memisah melintang. Sel yang ada diatasnya ini akan membelah jadi 2 sel bersatu dinding memisah melintang.

Baca Juga :   Senjata Biologis : Pengertian, Contoh dan Fungsinya Terlengkap

Sel yang ada diatasnya lagi akan terus mengalami pembelahan yakni sporogonium, ini akan diikuti di sel bagian bawah yang membelah serta membentuk kakinya sporogonium. Untuk sporogonium kaki itu berfungsi mnjadi alat penghisap, jika sporogonium masak pecah mirip buah polongan, memproduksi jaringan terdiri atas sejumlah deretan sel mandul yang dapat dikenal dengan nama kolumela. Kolumela ini terselubung oleh jaringan yang bisa memproduksi spora yang bisa dikenal dengan nama arkespora. Secara aseksualnya pembentukan spora ini, fragmentasi dan pembentukan kuncup.

Demikianlah pembahasan kali ini tentang Ciri-ciri lumut tanduk. Jadi, lumut tanduk ini kelompok tumbuhan yang tak berpembuluh serta tumbuhan berspora yang termasuk superdivisi tumbuhan lumut (bryophyta). Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Perbedaan Hewan Diploblastik Dengan Triploblastic

Ciri Dan Contoh Tumbuhan Nonvaskuler Serta Perannya