13 Contoh Simbiosis Alelopati Beserta Penjelasannya Terlengkap

3 min read

13 Contoh Simbiosis Alelopati Beserta Penjelasannya Terlengkap

13 Contoh Simbiosis Alelopati Beserta Penjelasannya Terlengkap – Salah satu fenomena seperti ketika suatu organisme menghambat pertumbuhan organisme lain dengan menggunakan zat alelopat kita bisa melihat contoh simbiosis alelopati. Alelopat sendiri dikenal dengan sebutan alelokimia yang merupakan zat metabolit sekunder. Zat ini berasal dari mahluk hidup yang berguna untuk membunuh mahluk hidup lain. Zat ini berfungsi layaknya herbisida, dimana mampu menghilangkan tanaman – tanaman disekitarnya.

13 Contoh Simbiosis Alelopati Beserta Penjelasannya Terlengkap

Tanaman yang dianggap rival dalam perebutan penyerapan nutrisi akan dihancurkan perlahan dengan zat tersebut. Alelopat tidak hanya dihasilkan tumbuhan darat namun juga dihasilkan oleh tumbuhan tingkat rendah di air misalnya pada Alga Dinoflagelata. Alelopat tidak hanya dimiliki oleh tumbuhan, pada hewan Invertebrata dengan struktur tubuh porifera juga ditemukan zat tersebut. Sifat dari zat alelopat tersebut adalah beracun atau toksik untuk organisme lain. Sifat racun itulah yang membentuk hubungan Alelopati diantara organisme.

Peran Zat Alelopati

Berikut adalah beberapa peran dari zat Alelopati.

Baca Juga :   8 Cara Membuat Sumber Api dari Peralatan Sederhana

1. Penghambat Penyerapan Unsur Hara

Alelopat memiliki sifat toksik untuk organisme lain dengan cara menghambat penyerapan unsur hara. Organisme yang terpapar alelopat akan kehilangan kemampuan untuk penyerapan ion – ion pada fase pertumbuhan. Fase pertumbuhan yang terhambat secara perlahan akan berakibat pada kematian.

2. Penghambat Pembesaran Sel Organisme

Alelopat akan menghambat perkembangan sel – sel, sehingga organisme yang terpapar tidak dapat tumbuh dengan baik. Selnya kecil karena kekurangan nutrisi hingga akhirnya mati.

3. Penghambat Pembelahan Sel

Perkembangan yang terhambat menyebabkan sel – sel tidak mampu untuk membelah atau memperbanyak diri. Sel yang semakin sedikit akan membuat metabolisme organisme berjalan tidak begitu baik. Jangka panjang dari pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan maupun organisme lain akan berakibat pada kematian.

4. Penghambat Respirasi

Organisme yang sudah terpapar oleh zat Alelopat akan kesulitan dalam respirasi. Penghambatan terhadap laju respirasi akan berdampak pada penghambatan metabolisme lain seperti transpirasi, proses fotosintesis, sistem transportasi dan lain – lain. Jika metabolisme organisme terhambat maka pertumbuhan dan juga perkembangan tidak akan berjalan dengan baik.

5. Penghambat Sintesis Protein

Sintesis protein sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Metabolisme protein dalam tubuh akan berjalan dengan baik jika mendapat dukungan sintesis protein yang baik. Jika terhambat maka metabolisme tubuh pun akan terhambat.

6. Penurun Daya Permeablitas Membran

Metabolisme yang berjalan tidak baik akan berdampak pada penurunan kemampuan membran sel untuk dilewati berbagai partikel yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika ini terganggu maka perkembangan dan pertumbuhan sel akan terganggu pula.

7. Penghambat Aktivitas Enzim

Enzim adalah salah stau contoh protein fungsional yang berperan dalam terjadinya metabolisme tubuh. Jika fungsi dari enzim terus terganggu maka metabolisme tubuh akan terganggu. Metabolisme tubuh yang berjalan tidak baik akan berdampak pada kelangsungan hidup dari organisme tersebut.

Baca Juga :   Ciri Ciri Sporozoa

Contoh Simbiosis Alelopati

Peran dari Alelopat yang merugikan harus diwaspadai terutama jika ingin menanam secara tumpang sari. Berikut adalah beberapa contoh simbiosis alelopati beserta penjelasannya terlengkap yang terjalin antar organisme.

1. Dinoflagelata dengan Phytoplankton

Dinoflagelata adalah salah satu organisme kryptogamae atau tumbuhan tingkat rendah yang memiliki kemampuan untuk berfotosintesis. Dinoflagelata adalah salah satu jenis Alga uniseluler yang diketahui dari berbagai jenis – jenis Alga ini biasa ditemui di perairan berwarna kuning coklat. Jika ingin melihat alga ini harus menggunakan mikroskop karena merupaka mikroorganisme. Dinoflagelata bisa kita ditemui di perairan asin.

2. Porifera Plakortis halichondroides dan Koral Agaricia lamarcki

Porifera adalah salah satu invertebrata atau hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Zat Alelopat pada pada hewan spons Plakortis halichondroides yang dapat mengganggu pertumbuhan pada koral salah satunya yaitu Agaricia lamarcki. Zat alelopat yang dihasilkan oleh porifera tersebut adalah cara untuk Porifera Plakortis halichondroides bertahan diri dan berebut nutrisi.

3. Jamur Penicillium sp dan Berbagai Mikroorganisme

Jamur Penicillium sp merupakan salah satu jenis jamur yang mempunyai habitat berada di tanah, makanan basi, dan lain – lain. Jamur ini tergolong dalam mikrofungi atau jamur yang hanya dapat dilihat dengan meggunakan mikroskop. Terdapat beberapa macam Jamur Penicillium sp dapat dimanfaatkan untuk digunakan sebagai antibiotik. Zat metabolit sekundernya bisa membunuh mikroorganisme lain. Penggunaan jamur ini dalam dunia pengobatan harus dengan dosis dan penanganan yang tepat.

4. Kamboja (Plumeria sp) dan Gulma

Jika kita perhatikan pada tanaman Kamboja (Plumeria sp) di taman, bunga yang memiliki wangi yang khas dan umumnya tumbuh jauh dari tanaman – tanaman lain. Rumput liar ataupun tanaman liar lainnya tidak akan mampu tumbuh berdampingan dengan tanaman bunga Kamboja (Plumeria sp). Hal tersebut dikarenakan bunga Kamboja memiliki zat alelopat yang bekerja layaknya herbisida, yaitu membasmi tanaman lainnya.

Baca Juga :   Proses Reproduksi Manusia Pada Laki-Laki Dan Perempuan

5. Alang – Alang (Imperata cylindrica) dan Gulma

Tanaman Alang – Alang banyak tumbuh liar secara rimbun tanpa memberi satupun ruang untuk tanaman lain hidup. Tanaman Alang – Alang mensekresikan senyawa fenol, asam valinik, dan karbolik untuk menghambat pertumbuhan tanaman disekitarnya. Senyawa – senyawa tersebut akan meracuni tanaman sekitar dan menghambat pertumbuhannya. Tanaman yang tumbuh akibatnya tidak dapat bertahan hingga akhirnya mati.

6. Pinus (Pinus merkusi) dan Gulma

Hutan pinus hanya akan dipenuhi dengan cover ground atau penutup tanah berupa buah pinus. Rumput liar atau tanaman yang dianggap sebagai gulma tidak dapat hidup dengan baik, sehingga perebutan nutrisi tidak terjadi. Nutrisi yang ada di dalam tanah hanya akan diserap oleh Pinus (Pinus merkusi) tanpa berbagi dengan tumbuhan lain. Hal itu memungkinkan bahwa Pinus dapat tumbuh lebih optimal di hutan – hutan di Indonesia.

Itulah penjelasan mengenai 13 Contoh Simbiosis Alelopati Beserta Penjelasannya Terlengkap. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

Baca juga:

Contoh Hewan Omnivora Dan Makanannya Terlengkap

Proses Pertumbuhan Tanaman Bunga Melati Dan Penjelasannya