11 Sistem Organ Tubuh Manusia Dan Fungsinya Terlengkap

2 min read

11 Sistem Organ Tubuh Manusia Dan Fungsinya Terlengkap

11 sistem organ tubuh manusia dan fungsinya – 11 sistem tersebut akan bekerja sama untuk membantu melakukan bernafas, berbicara, bergerak, mencerna makanan serta menjalanki beberapa fungsi lain. Berikut selengkapnya mengenai 11 sistem organ tubuh manusia dan fungsinya.

1. Sistem saraf

Sistem saraf terdiri atas sistem saraf perifer dan sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat tugasnya menerima informasi serta mengirimkan intruksi. Sistem tersebut terdiri atas otak serta sumsum tulang belakang.
Sementara sistem perifer terdiri atas saraf dalam tubuh. saraf ini tugasnya mengirimkan pesan dibagian lain tubuh. otak bertugas menjadi pusat kendali tubuh, sebab ia dapat mengontrol seluruh organ jaringan. Otak yang dapat mengingat hal pengalaman kelima indra manusia.

2. Sistem rangka

Sistem rangka terdiri atas seluruh tulang jaringan yang terhubung secara bersama. Sistem tersebut melindungi organ cedera, memberikan dukungan untuk tubuh serta memungkinkan tubuh bisa bergerak. Tengkorak melindungi otak dan kolom vertebral melindungi sumsum tulang belakang.
Kolom tersebut terdiri atas sumbu dan atlas, tulang leher, tulang dada tulang lumbal serta vertebra sacral.

3. Sistem otot

Sistem otot terdiri atas 3 jenis otot. Otot polos mempunyai sejumlah fungsi dalam tubuh. jenis otot akan mendorong makanan lewat saluran pencernaan, mendorong makanan lalu kembali di kerongkongan saat seseorang muntah serta membantu mendorong bayi keluar dari tubuh ketika melahirkan.

Baca Juga :   Kelenjar Timus : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Kelainannya

4. Sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah terdiri atas jantung serta pembuluh darah. Jaringan tersebut mensirkulasi darah menuju semua tubuh. jantung terdiri atas bilik atas serta bawah (ventrikel dan atrium) serta 4 katup yang mengontrol arah dari aliran darah. Arteri membawa darah dari jantung, sementara vena membawa darah ke jantung. Kapiler, pembuluh darah paling kecil dalam tubuh kemungkinan darah akan beredar antara venar dan arteri.

5. Sistem pernapasan

Sistem pernapasan akan mengontrol napas menjadi saran penyediaan darah menggunakan oksigen. Darah lalu membawa oksigen tersebut menuju organ dan juga jaringan tubuh. ketika bernapas menggunakan oksigen lalu melepaskan karbon dioksida. Sistem pernapasan ini terdiri atas paru-paru, diafragma, mulut, trakea serta hidung.

6. Sistem pencernaan

Sistem pencernaan akan memecah makanan serta menyerap nutrisi. Makanan masuk kedalam mulut, yang mana bercampur air liur. Air liur dapat membantu melembutkan serta memecah makanan jadi lebih mudah menelan. Dari mulut, makanan akan melalui kerongkongan, tabung berotot dengan mendorong makanan di dalam perut. Perut mempunyai kandungan enzim serta asam yang memcah makanan jadi sejumlah potongan kecil. Hal tersebut membuat makanan gampang dicerna. Makanan bergerak dari perut menuju usus kecil berbentuk chime, cairan kental.

7. Sistem endoktrin

Sistem endoktrin akan mengontrol produksi serta sekresi hormone. Hormone akan mengatur pertumbuhan, perkembangan generative, lalu metabolisme serta fungsi tubuh yang lain. Sistem tersebut terdiri atas kelenjar pituitary, kelenjar tiroid, hipotalamus, tubuh pineal, kelenjar parattiroid, kelenjar adrenal dan pancreas.

8. Sistem reproduksi

Sistem reproduksi laki laki bisa menghasilkan sperma, melepaskan sperma didalam sistem produksi wanita serta menghasilkan seks pria dalam menjaga sistem reproduksi bisa bekerja normal. Struktur eksternal dalam sistem tersebut diantaranya, penis, testis dan juga skrotum.

Baca Juga :   Fungsi Organ Tubuh Manusia Bagian Dalam

Sistem reproduksi wanita mempunyai sejumlah fungsi. Yakni bisa menghasilkan telur serta mengangkut telur di lokasi fertilisasi. Sistem tersebut pun akan berpartisipasi di dalam kehamilan bayi serta proses persalinan, menstruasi serta menopause. Struktur eksternal sistem reproduksi wanita mencakup labia minora, labia majora, kelenjar bartholin dan klitoris serta kelenjar bartholin. Struktur internalnya mencakup ovarium, uterus, vagina, dan saluran tuba.

9. Sistem ekskretoris

Sistem ekskresi dapat membantu tubuh dalam menyingkirkan sejumlah produk limbah. Organ khusus sistem tersebut ialah ginjal, paru paru dan juga kulit. Karbon dioksida serta gas limbah lain keluar dari dalam paru-paru. Kulit dapat membantu menghilangkan keringat serta sel kulit mati dari dalam tubuh. ginjal akan membuang limbah dari dalam darah dengan cara menyaring darah, kemudian mengirim nutrisi kembali dalam darah serta mengeluarkan limbah urin.

10. Sistem integument

Sistem ini menjadi penyumbang 12 hingga 15% dari berat tubuh kita. Sistem ini terdiri atas kulit, rambut, kuku serta membrane mukosa. Dengan sistem tersebut, bisa mengontrol suhu tubuh, menjaga tubuh dari adanya kerusukan, mampu menyerap nutrisi, serta bisa membantu pertahanan dari homeostasis sekaligus bekerja sama dengan susunan saraf dalam mengontrol adanya rasa sentuhan.

11. Sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan akan melindungi tubuh dari organisme berbahaya. Sistem tersebut terdiri atas organ, jaringan, protein serta sejumlah sel khusus yang dapat membantu mencegah infeksi dan juga membuat kita menjadi tetap sehat. Sel darah putih mengidentifikasi organisme yang membahayakan serta menghancurkan mereka. Diproduyksi sumsung tulang, timus serta limpa, leukosit yang beredar pada pembuluh darah serta jaringan getah bening. Fagosit akan memecah organisme membahayakan, limfosit dapat membantu tubuh dalam mengenali serta menghancurkan organisme.

Baca Juga :   Diare Pada Anak dan Balita : Penyebab, Cara Penularan Serta Pencegahannya Lengkap

Itulah 11 sistem organ tubuh manusia dan fungsinya. sistem organ tubuh manusia yang rentan sekali terhadap penyakit adalah sistem kekebalan tubuh. terkadang, sistem kekebalan tubuh keliru dalam mengidentifikasi jaringan normal menjadi penyerbu asing. Sistem itu menyerang jaringan normal serta mengakibatkan kerusakan jaringan. Hal tersebut menjadi penyakit autoimun. Gangguan ini termasuk lupus, rheumatoid arthritis dan scleroderma. Sebuah sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi perannya dalam respon alergi. Maka dari itu tetap menjaga kesehatan kita supaya kekebalan tubuh tetap setimbang. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Contoh Protozoa Dan Jenisnya Terlengkap

Fungsi Pelvis Pada Ginjal Paling Penting